
FAKTA1.COM, KONAWE— Kisah memilukan menimpa Labade dan Rukiani, pasangan suami istri warga Kelurahan Lawulo, Kecamatan Anggaberi, yang hidup dalam kondisi ekonomi sangat terbatas. Kondisi mereka kini menarik perhatian Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, yang segera mengambil langkah nyata untuk membantu.
Tak berselang lama setelah kabar mereka tersebar, Bupati Yusran langsung menyalurkan bantuan pribadi kepada keluarga tersebut. Kontras dengan langkah cepat Bupati, Lurah Lawulo, Lyly Suyatim, lebih sibuk memberikan klarifikasi lewat media dengan “omon-omon manis” terkait bantuan yang diklaim telah diberikan kepada keluarga Labade.
Kisah keluarga ini mulai terungkap ke publik saat sejumlah awak media mendatangi kediaman mereka pada Selasa (16/9/2025). Labade, yang merupakan pekerja serabutan di perkebunan sawit, menceritakan kehidupan keluarganya yang penuh kesulitan. Ia juga penyandang disabilitas, dengan tangan kiri cacat bawaan lahir, sementara istrinya, Rukiani, mengalami gangguan penglihatan sejak lama. Keduanya tinggal bersama seorang remaja anak Rukiani yang sudah putus sekolah.
- AJB dan Kominfotik Jakut Bangun Sinergi Demi Pers Profesional
- Wajo Tak Menunggu, Bupati Andi Rosman “Ketuk Pintu” Mentan Bawa Misi Besar Lumbung Pangan
- Berawal dari Instagram, Berakhir di Kasus Berat: Polda Sulsel Bongkar Jejak “Jerat Digital” Kekerasan Seksual di Makassar
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Begitu kabar ini viral, Lurah Lawulo langsung angkat bicara. Lyly Suyatim menyebut bahwa keluarga Labade sudah menerima sejumlah bantuan, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH),
Fakta yang diperoleh dari keluarga Labade dan tetangganya menunjukkan hal sebaliknya. Bantuan PKH yang sempat diterima keluarga kini sudah berhenti. Bantuan bedah rumah ternyata bukan berasal dari pemerintah, melainkan sumbangan pribadi dari seorang dermawan, Bapak Buhari Matta, belasan tahun silam. Sedangkan MCK yang disebut dibangun pemerintah sudah rusak berat dan kini hanya tersisa tumpukan batu, menandakan fasilitas itu telah lama tak terawat.
Kisah Labade dan Rukiani menjadi alarm penting bagi pemerintah tingkat kelurahan dan desa untuk lebih peduli terhadap warganya. Sementara Lurah Lyly hanya mampu memberikan pernyataan manis di media, Bupati Yusran menunjukkan aksi nyata dengan segera turun tangan membantu tanpa birokrasi panjang, bahkan menggunakan dana pribadinya untuk meringankan beban warga yang membutuhkan.(*)
- AJB dan Kominfotik Jakut Bangun Sinergi Demi Pers Profesional
- Wajo Tak Menunggu, Bupati Andi Rosman “Ketuk Pintu” Mentan Bawa Misi Besar Lumbung Pangan
- Berawal dari Instagram, Berakhir di Kasus Berat: Polda Sulsel Bongkar Jejak “Jerat Digital” Kekerasan Seksual di Makassar
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel








Tinggalkan Balasan