
FAKTA1.COM, MAKASSAR – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kapasitas akademik mahasiswa.
Pada Senin (22/9), mereka menggelar pelatihan penyusunan Buku Problem Based Learning (PBL) menghadirkan Asri Tadda, penulis dan praktisi literasi, sebagai narasumber utama.
Dalam sesi yang berlangsung interaktif di aula Prof Srijauddin Beko Gedung Baru FKM Unhas, Asri Tadda membagikan sejumlah tips praktis tentang bagaimana mahasiswa dapat menulis buku PBL dengan baik.
Ia menekankan pentingnya mahasiswa tidak hanya menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga bisa menghasilkan karya tulis yang memiliki nilai tambah sebagai referensi akademik maupun publikasi.
- Bupati Sidrap Turun Tangan Atasi Krisis LPG 3 Kg, Pasokan Tambahan Naik 50 Persen Lebih
- Layanan SPBU Tanete Disorot, Pergantian Sif Diduga Sebabkan Antrean Panjang dan Keluhan Masyarakat
- Sidrap, Fokus Perbaikan Drainase Jalan Nasional, Wabup Nurkanaah Turun Cek Titik Rawan Genangan
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel

“Menulis buku PBL bukan sekadar memenuhi kewajiban kuliah. Jika dikelola dengan baik, karya ini bisa berkembang menjadi bahan bacaan ilmiah yang bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Asri yang juga adalah Direktur Lembaga Penerbitan dan Media Digital KAHMI Sulsel itu.
Ia mendorong mahasiswa untuk lebih percaya diri mengekspresikan gagasan, memperkaya data dengan hasil lapangan, dan mengemas tulisan dalam bahasa yang sistematis.
“Mengonversi laporan
- Bupati Sidrap Turun Tangan Atasi Krisis LPG 3 Kg, Pasokan Tambahan Naik 50 Persen Lebih
- Layanan SPBU Tanete Disorot, Pergantian Sif Diduga Sebabkan Antrean Panjang dan Keluhan Masyarakat
- Sidrap, Fokus Perbaikan Drainase Jalan Nasional, Wabup Nurkanaah Turun Cek Titik Rawan Genangan
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Menurut penulis buku ‘Indonesia Masih Sakit’ itu, literasi akademik harus menjadi bagian integral dari pembelajaran di perguruan tinggi.
“Apalagi sebagai insan kesehatan masyarakat yang bergelut di bidang promotif dan preventif, mahasiswa FKM seharusnya punya kemampuan literasi handal, setidaknya bisa menulis atau berbicara dengan baik di depan publik untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan,” kata Asri.
Kegiatan pelatihan ini mendapat apresiasi positif dari mahasiswa. Mereka menilai, pengalaman langsung dari praktisi literasi memberi wawasan baru tentang bagaimana menulis secara lebih terarah dan produktif.
Dengan adanya pelatihan ini, FKM Unhas berharap mahasiswa tidak hanya aktif dalam pembelajaran berbasis masalah (PBL), tetapi juga mampu menghasilkan karya akademik berupa buku yang dapat memperkaya khazanah keilmuan di bidang kesehatan masyarakat. (*)








Tinggalkan Balasan