Fakta1.com, Konawe — Pemerintah Kabupaten Konawe melaksanakan Panen Jagung Hibrida Tahun 2025 di Desa Tetehaka, Kecamatan Puriala, pada Desember 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung swasembada pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Rabu, 17 Desember 2025.
Acara panen turut dihadiri Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, dan Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si, serta jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Konawe, dan para kelompok tani.

Perjalanan dari ibukota Kabupaten Konawe menuju lokasi panen memakan waktu sekitar 40 menit. Sebelum tiba di lokasi, Bupati dan Wakil Bupati Konawe harus menyebrangi sungai menggunakan perahu selama kurang lebih 15–20 menit, menunjukkan tantangan yang dihadapi para petani dalam mengakses lahan pertanian mereka.
Kegiatan panen dimulai dengan laporan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Konawe, H. Gunawan Samad, SP. Dalam laporannya, H. Gunawan menyampaikan bahwa lokasi panen di Desa Tetehaka, Kecamatan Puriala, seluas 75 hektar dan terdiri dari tiga kelompok tani. Produksi panen jagung di desa ini mencapai 8,3 ton per hektar, sebagai bukti nyata kerja keras petani dan kolaborasi yang baik antara pemerintah, tenaga penyuluh, dan masyarakat.
“Panen jagung ini menunjukkan hasil nyata dari kerja sama yang solid antara petani, pemerintah daerah, dan tenaga penyuluh. Ini adalah bukti nyata dukungan kami dalam memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar H. Gunawan.
Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada para petani dan semua pihak yang terlibat dalam pengembangan jagung, khususnya untuk bahan baku pakan ternak.
“Panen jagung ini bukan hanya sekadar angka produksi, tetapi wujud nyata kerja keras, ketekunan, dan kebersamaan seluruh pihak. Pemerintah Kabupaten Konawe berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan sarana produksi, pendampingan teknis, dan pengembangan kawasan pertanian terpadu. Dengan dukungan pemerintah, tenaga penyuluh, dan masyarakat, saya yakin produktivitas pertanian kita akan terus meningkat,” ujar Bupati.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan panen jagung hibrida ini juga menjadi langkah strategis untuk mendukung ketersediaan bahan baku pakan, meningkatkan pendapatan petani, dan mendorong Konawe menjadi daerah penopang ketahanan pangan nasional.
“Kedepannya, pemerintah daerah juga akan membangun jalan usaha tani di wilayah ini agar mobilitas petani lebih lancar, biaya transportasi hasil panen dapat ditekan, dan distribusi jagung ke pasar lebih efisien. Pertanian adalah fondasi ekonomi daerah. Apabila sektor ini kuat, maka kesejahteraan masyarakat pun meningkat,” tambah Bupati Konawe.
Sementara itu, Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si, saat ditemui di lokasi panen, mengatakan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kapasitas produksi jagung, terutama untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak dan industri lokal.
“Ke depan, kita akan memperluas kawasan budidaya jagung dan menyiapkan skema sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan pihak swasta. Kami juga akan memastikan ketersediaan sarana produksi serta akses pasar agar petani memperoleh kepastian harga,” jelas Wakil Bupati.
Pemilik lahan, Nurul, menuturkan bahwa lahan miliknya seluas 75 hektar dan dikelola oleh tiga kelompok tani. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Konawe karena pertama kali pemerintah daerah berkunjung langsung ke lokasi mereka.
“Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah daerah. Kunjungan ini memberikan motivasi besar bagi kami dan para petani untuk terus meningkatkan produksi jagung hibrida,” ujar Nurul.
Adanya kegiatan panen jagung ini merupakan bukti nyata kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Konawe dalam mendukung Program Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto. Panen jagung hibrida di Desa Tetewonua diharapkan memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan petani sekaligus mendorong Konawe menjadi salah satu daerah penopang ketahanan pangan nasional.(*)














