Konawe – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Konawe untuk pertama kalinya menggelar turnamen panahan bertajuk KORMI Konawe Archery Cup I. Kompetisi tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Konawe selama dua hari, 20–21 Desember 2025. Pembukaan turnamen dilaksanakan pada Sabtu, 20 Desember 2025, yang dihadiri para pengurus KORMI, perwakilan klub panahan, serta official peserta.
Ketua Panitia, Asriful Pagala, S.Pd., menjelaskan bahwa turnamen perdana ini diikuti 170 peserta dari 6 kategori lomba, meliputi pelajar dan umum. Para peserta berasal dari 15 kabupaten/kota di Indonesia.
Saat ini pertandingan untuk kategori pelajar tingkat SMP putra-putri tengah berlangsung dan telah memasuki babak delapan besar. Sebelumnya dipertandingkan kategori SD putra-putri, SMP putra-putri, serta kategori umum. Salah satu peserta terjauh berasal dari Provinsi Aceh, yang diketahui merupakan atlet panahan berprestasi tingkat dunia dan dijadwalkan berlaga pada hari kedua.
“Event ini pertama kali dilaksanakan. Selain memeriahkan akhir tahun, tujuan kami adalah membangkitkan semangat atlet panahan dan menjaring bibit unggul, khususnya dari kategori pelajar,” ujar Asriful.
Ia menambahkan, turnamen ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Pormas dan rencana mengikuti kejuaraan panahan dunia di Turki. Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap panahan, pihaknya berharap turnamen seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan.
Sebagai tenaga pendidik, Asriful menyoroti maraknya penggunaan gadget berlebihan pada anak-anak. Melalui event ini, ia ingin menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi alternatif positif dan sarana pembentukan karakter siswa.
“Kami sering kewalahan menegur anak-anak soal penggunaan gadget, bahkan setelah kami coba melarang atau membatasi menggunakan handphone terkadang ada saja orang tua yang keberatan. “Karena itu kami ingin memperlihatkan bahwa anak bisa diarahkan pada kegiatan yang positif,” ungkapnya.
Menurutnya, larangan tanpa menyediakan alternatif hanya akan menambah masalah. Panahan dapat menjadi wadah pelajar untuk mengasah fokus, kedisiplinan, serta mental bertanding.
“Daripada main handphone, lebih baik ikut panahan. Kalau orang tua bingung anaknya diarahkan kemana, bawakan ke kami. Kami akan ajarkan,” tambahnya.
Turnamen ini juga diikuti tiga tim panahan dari Kabupaten Konawe. KORMI Konawe menargetkan penyelenggaraan kegiatan serupa secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas atlet lokal dan memperluas minat masyarakat terhadap olahraga panahan.
Total hadiah yang diperebutkan dalam KORMI Konawe Archery Cup I mencapai Rp 34 juta, dan disediakan untuk enam kategori perlombaan.














