KONAWE – Gerakan Pramuka Kabupaten Konawe melaksanakan pelantikan dan pengukuhan Pengurus Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) untuk tiga kecamatan, yakni Asinua, Padangguni, dan Latoma, serta Kwartir Ranting (Kwaran) Kecamatan Padangguni. Kegiatan berlangsung di kawasan wisata alam Permandian Batu Lapis, Desa Garuda, Sabtu malam (17/1/2026).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si., dan dihadiri jajaran pengurus Pramuka, unsur pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pembina dan anggota Pramuka dari berbagai gugus depan.
Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Mengawali sambutannya sebagai tuan rumah, Ketua Mabiran Kecamatan Padangguni, Dermawan, SH, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta dan pengurus Pramuka. Ia menekankan pentingnya peran Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda di tingkat kecamatan.
“Pramuka memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Melalui kegiatan kepramukaan, generasi muda tidak hanya belajar kepemimpinan dan tanggung jawab, tetapi juga dibekali nilai-nilai sosial yang bermanfaat bagi pembangunan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi dipilihnya Desa Garuda sebagai lokasi pelantikan. “Hal ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi wisata lokal sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si., menyayangkan rendahnya partisipasi anggota. “Dari sekitar 150-an anggota Kwarcab Konawe, hanya 50-an yang hadir. Kita harus bersatu; bagaimana mau kuat jika tidak bersatu,” ujarnya. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk meningkatkan solidaritas, disiplin, dan komitmen dalam setiap kegiatan kepramukaan agar tujuan pembinaan generasi muda dapat tercapai secara maksimal.
H. Syamsul Ibrahim menekankan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, serta peduli sosial dan lingkungan. “Pramuka bukan sekadar organisasi kepemudaan, melainkan wadah pembinaan karakter yang harus mampu menjawab tantangan zaman melalui kegiatan positif, edukatif, dan berkelanjutan. Setiap kegiatan yang kita lakukan harus memberikan dampak nyata bagi pengembangan diri anggota sekaligus kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Kwartir Ranting merupakan ujung tombak pembinaan kepramukaan di tingkat akar rumput. Para pengurus yang baru dilantik tidak hanya dituntut menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, tetapi juga harus mampu menjalin sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, membangun kerja sama dengan sekolah, pemerintah desa, tokoh adat, dan organisasi pemuda lainnya untuk menciptakan program-program yang bermanfaat dan berkelanjutan.”
Selain itu, Ketua Kwarcab Konawe menekankan pentingnya inovasi dalam kegiatan kepramukaan, termasuk memanfaatkan potensi wisata lokal, lingkungan, dan teknologi sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan.
“Pelaksanaan kegiatan di kawasan wisata, seperti malam ini, merupakan bagian dari strategi edukatif yang tidak hanya memperkenalkan potensi desa, tetapi juga membentuk karakter kreatif, disiplin, dan peduli lingkungan bagi generasi muda,” imbuhnya.
Sambutan terakhir disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Konawe, Kompol H. B. Tira Wijaya, A.Md., S.H. Ia mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda dan anggota Pramuka, untuk waspada terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.
“Saat ini terdapat upaya dari pihak tertentu, termasuk jaringan asing, yang kembali mencoba menyasar generasi muda melalui peredaran gelap narkotika,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat, orang tua, dan pendidik harus bersama-sama menjaga dan mengawasi anak-anak dari ancaman serius ini.
Kompol Tira juga mengimbau para orang tua dan pembina untuk membangun komunikasi terbuka dengan anak-anak, memberikan ruang dialog, serta menanamkan pemahaman sejak dini tentang bahaya narkoba. “Pengawasan harus dibarengi pendekatan humanis. Ajak anak-anak berdiskusi, dengarkan mereka, dan jadilah tempat yang aman untuk berbagi,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah dan dialog singkat antara peserta dan narasumber sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat peran Pramuka serta menjaga generasi muda dari pengaruh negatif narkoba.














