Elis Daniar Barunawati Resmi Pimpin IBI Konawe, Fokus Penguatan Organisasi dan Profesionalisme

  • Bagikan
Silakan Bagikan:

KONAWE – Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Konawe secara resmi menetapkan Elis Daniar Barunawati, S.ST., M.Kes sebagai Ketua IBI Kabupaten Konawe. Elis terpilih setelah memperoleh 35 suara dari total 52 suara, mengungguli tujuh kandidat lainnya.

Dalam kepengurusan yang baru, Bdn. Ritna, S.Tr.Keb., M.Kes dipercaya menjabat sebagai Ketua Harian. Kegiatan Muscab tersebut turut dihadiri oleh Ketua Pengurus Daerah (PD) IBI Provinsi Sulawesi Tenggara, Maswaty Madjid Tombili, SST., M.Kes, serta jajaran pengurus dan anggota IBI Konawe.

Terpilihnya Elis Daniar Barunawati, S.ST., M.Kes diharapkan mampu membawa angin segar bagi organisasi profesi bidan di Konawe. Kepemimpinan baru ini diharapkan dapat memperkuat peran IBI sebagai organisasi profesi yang solid, profesional, serta mampu bersinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak terkait.

Salah satu fokus utama kata , Elis Daniar Barunawati, S.ST., M.Kes kepengurusan ke depan adalah penguatan kelembagaan organisasi, peningkatan profesionalisme bidan, serta penataan sistem kerja yang lebih transparan dan akuntabel. Hal ini dinilai penting mengingat jumlah anggota IBI Kabupaten Konawe saat ini mencapai sekitar 840 orang, sehingga membutuhkan tata kelola organisasi yang lebih baik dan mandiri.

Selain itu, IBI Konawe juga diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak, serta menjadi mitra aktif pemerintah daerah dalam berbagai program kesehatan.

Pernyataan Ketua IBI Konawe Terpilih
Dalam wawancara usai terpilih, Elis Daniar Barunawati, S.ST., M.Kes menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan nyata di tubuh organisasi. Bahkan, ia menyatakan kesiapan untuk mundur apabila tidak mampu merealisasikan visinya dalam waktu enam bulan.

“Setelah saya terpilih sebagai Ketua IBI Kabupaten Konawe, saya berjanji jika dalam waktu enam bulan saya tidak bisa mewujudkan itu semua, maka saya siap mundur dari jabatan ini,” tegas Elis.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal visinya adalah menyatukan seluruh elemen dalam organisasi agar IBI Konawe dapat berkembang lebih maju dan bersinergi dengan berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah.

“Visi saya adalah menyatukan seluruh elemen agar organisasi bisa lebih maju dan bersinergi dengan daerah. Kita ingin ada kerja sama yang baik, baik lintas sektor maupun lintas program,” ujarnya.

Menurut Elis, salah satu persoalan utama yang harus segera dibenahi adalah akuntabilitas pengelolaan keuangan organisasi. Ia menilai transparansi menjadi kunci agar roda organisasi dapat berjalan secara sehat.

“Fokus utama saya adalah bagaimana pengelolaan keuangan IBI Konawe bisa lebih jelas dan transparan. Tanpa itu, organisasi tidak akan berjalan maksimal,” katanya.

Ia juga menyoroti belum adanya sekretariat permanen milik IBI Konawe, meskipun jumlah anggota sudah mencapai ratusan orang.

“Saat ini kita belum memiliki sekretariat sendiri, padahal dengan jumlah anggota sekitar 840 orang, seharusnya organisasi sudah bisa mandiri dan tidak lagi menumpang di kantor lain seperti Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Elis menegaskan bahwa setelah sekretariat terbentuk, langkah berikutnya adalah mengidentifikasi berbagai persoalan prioritas, baik yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak maupun kebutuhan para bidan.

“Profesi bidan memiliki standar dan persyaratan tertentu. Mulai dari pendidikan, kompetensi kebidanan, hingga pengembangan diri melalui pelatihan. Organisasi harus hadir untuk memastikan semua itu berjalan dengan baik,” jelasnya.

Ia berharap, melalui penguatan organisasi dan peningkatan kapasitas anggota, kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Konawe dapat terus meningkat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *