Dukung Ketahanan Pangan, Pemda Konawe dan Bulog Distribusikan 7.000 Ton Beras ke Sulawesi Utara

  • Bagikan
Silakan Bagikan:

KONAWE, FAKTA1.COM — Dari lumbung padi Sulawesi Tenggara, ribuan ton beras kembali diberangkatkan ke berbagai penjuru negeri. Pemerintah Kabupaten Konawe secara resmi melepas 2.000 ton untuk didistribusikan ke Sulawesi Utara.

Pengiriman ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional, sekaligus menegaskan peran strategis Konawe sebagai daerah penyangga pangan di kawasan timur Indonesia. Program tersebut sejalan dengan prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto di sektor ketahanan pangan, serta menjadi salah satu fokus utama Bupati Konawe, Yusran Akbar, dalam memperkuat posisi Konawe sebagai sentra produksi beras berkelanjutan.

Pelepasan distribusi beras tersebut dilakukan melalui sinergi antara Pemkab Konawe dan Perum Bulog. Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST dan Wakil Bupati Konawe H. Syamsul Ibrahim, SE, M.Si., melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Dr. Ferdinand, SP, MH, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda pengiriman tingkat nasional oleh Bulog Konawe, Sulawesi Tenggara ke Bulog Sulawesi Utara, dimana dalam pendistribusian hari ini pemerintah daerah bersama Bulog secara bersama-sama melepas pendistribusiannya yg nantinya akan dilakukan jg pengiriman selanjutnya ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Untuk Kabupaten Konawe sendiri, kondisi pangan saat ini berada pada posisi surplus, khususnya komoditas beras,” ujar Sekda Konawe, Dr. Ferdinand, SP, MH, saat memberikan sambutan mewakili Bupati Konawe. Tegasnya,
kebijakan distribusi ini tidak dilakukan secara serampangan, melainkan berdasarkan perhitungan produksi dan kebutuhan daerah.

Ia menjelaskan, berdasarkan data produksi, pada tahun 2025 produksi beras di Kabupaten Konawe mengalami peningkatan sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Paparnya, surplus produksi inilah yang menjadi dasar utama dilakukannya distribusi beras ke daerah-daerah yang membutuhkan.

“Pada tahap awal, sebanyak 2.000 ton beras mulai dikirim dari total rencana distribusi sekitar 15.000 ton. Beras tersebut akan disalurkan ke sejumlah wilayah, antara lain Papua, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Ambon, serta beberapa daerah lainnya di Sulawesi Tenggara. Distribusi ini merupakan tindak lanjut atas permintaan dan arahan langsung pemerintah pusat di Jakarta.

Sekda Konawe menegaskan bahwa pengiriman beras ke luar daerah tidak akan mengganggu ketersediaan stok pangan di Konawe. Jelasnya, cadangan beras daerah dipastikan masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat setempat. Terangnya lagi, pemerintah daerah telah menyiapkan skema pengamanan stok untuk mengantisipasi kebutuhan hingga musim panen berikutnya.

Sementara itu, 18 menit pasca keberangkatan tiga unit kontainer, Kepala Bulog KC Unaaha, Muhammad Abdan Djarmin, S.E., M.M., Ak, saat diwawancarai menjelaskan bahwa percepatan pengiriman menjadi fokus utama Bulog saat ini. Ungkapnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan tepat waktu dan tidak menghambat agenda nasional.

“Karena itu, diperlukan upaya percepatan proses pengiriman barang yang masih berada di gudang Bulog di sejumlah wilayah, khususnya hari ini ke Sulawesi Utara. Langkah ini sangat penting untuk mendukung persiapan panen raya pada bulan Maret dan April,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila pengiriman 15.000 ton beras dapat dituntaskan hingga akhir Februari, maka akan tersedia tambahan kapasitas gudang sebesar 15.000 ton. Jelas dia, kapasitas tersebut akan digunakan untuk menampung beras hasil panen petani yang diperkirakan berlangsung pada Maret dan April mendatang.

Selain distribusi antar wilayah, Bulog juga mencatat bahwa hasil pengolahan beras berkualitas premium dari Konawe telah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia dengan total mencapai 100 ton. Terang dia menjelaskan, hal ini menunjukkan bahwa beras Konawe tidak hanya unggul dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas.

Pada tahun-tahun sebelumnya, distribusi dan ekspor beras ini telah menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia, seperti yang disampaikan Sekda Konawe. Jelasnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, Bulog, dan para petani.

“Atas capaian ini, pemerintah memberikan apresiasi kepada Bulog Konawe atas kinerjanya dalam menjaga stabilitas harga beras, memastikan harga tetap terkendali, serta memaksimalkan penyerapan beras petani,” tambahnya.

Dengan kontribusi tersebut, Pemerintah Kabupaten Konawe menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur, sekaligus memperkuat kerja sama antar daerah dan menjaga stabilitas harga pangan di pasaran.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *