Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6907 Lihat semua

​TAKALAR – Jagat maya kembali dihebohkan dengan kabar miring yang menyeret oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Takalar.

Dugaan skandal asusila ini melibatkan pria berinisial AM, yang disebut bertugas di sebuah Sekolah Dasar di Desa Tonasa, Kecamatan Sanrobone, dengan seorang siswi SMK berinisial G.

​Kabar ini mendadak trending setelah sebuah video pendek yang memperlihatkan interaksi tidak pantas antara keduanya mulai beredar luas di grup-grup WhatsApp dan media sosial pada Rabu (22/4/2026).

​Poin-Poin Utama yang Menjadi Sorotan:
​Siapa yang Terlibat? Oknum ASN berinisial AM (Guru SD di Sanrobone) dan seorang pelajar SMK berinisial G.

​Bukti yang Beredar: Video yang diduga menunjukkan aksi tidak senonoh di beberapa lokasi berbeda.

​Status Hukum: Belum ada verifikasi resmi mengenai keaslian video tersebut; pihak berwenang masih melakukan pendalaman.

​Reaksi Publik: Warga Takalar mendesak Dinas Pendidikan dan kepolisian segera bertindak karena menyangkut perlindungan anak di bawah umur.

​Bantahan Keras: “Itu Video Editan!”
​Menanggapi bola panas yang terus bergulir, AM akhirnya buka suara. Ia dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan

mengklaim dirinya adalah korban rekayasa teknologi.

​”Video itu tidak benar. Itu hasil editan, dan pihak yang membuatnya siap mempertanggungjawabkan,” ujar AM saat dikonfirmasi.

​Lebih lanjut, AM menjelaskan bahwa hubungannya dengan G sejatinya adalah hubungan kekeluargaan, bukan hubungan terlarang sebagaimana yang dituduhkan publik.

​Perlindungan Anak Jadi Prioritas

​Kasus ini menjadi sensitif karena melibatkan anak di bawah umur. Masyarakat menuntut transparansi penuh dari aparat penegak hukum. Jika terbukti benar, sanksi tegas menanti oknum tersebut. Namun, jika video tersebut terbukti rekayasa (Hoax/Deepfake), maka pemulihan nama baik AM harus dilakukan secepatnya.

​Imbauan untuk Netizen:
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Masyarakat diimbau untuk:
​Stop menyebarkan video tersebut (ada sanksi UU ITE!).
​Jangan berspekulasi liar sebelum ada hasil audit forensik digital.

​Hormati privasi pihak-pihak yang terlibat, terutama korban yang masih di bawah umur.

​#TakalarViral #SkandalASN #Sanrobone #KeadilanUntukAnak #BeritaTerkini

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.