
KENDARI, FAKTA1.COM – Sabtu, 25 April 2026, suasana pusat Kota Kendari mendadak riuh. Di tengah parade warna-warni Pawai Harmoni Sulawesi Tenggara (Sultra), satu kontingen berhasil menyita pandangan ribuan pasang mata: Kabupaten Konawe.
Membawa narasi sebagai “Jantung Peradaban Suku Tolaki”, Konawe tidak hanya sekadar lewat. Mereka datang dengan pesan kuat tentang ketahanan pangan dan kebanggaan identitas budaya.
Duet Pemimpin di Garis Depan
Barisan gagah ini dipimpin langsung oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., bersama Wakil Bupati H. Syamsul Ibrahim, S.E., M.Si. Tak ketinggalan, Ketua TP-PKK Konawe, Hj. Hania, S.Pd., M.Pd., Gr., turut mendampingi di barisan terdepan, memberikan energi tersendiri bagi sekitar 400 peserta yang terlibat.
Sorotan Utama: Harmoni Tenun dan Tradisi Modern
Ada alasan mengapa kontingen Konawe menjadi bahan pembicaraan di media sosial hari ini:
- Fashion Karnaval Etnik: Perpaduan motif tenun Tabere Siwole dengan Oboru (tudung khas) menjadi magnet visual. Kostum ini membuktikan bahwa tradisi lokal bisa tampil stylish dan relevan di era modern.
- Filosofi Mendalam: Setiap gerakan atraksi bukan sekadar tontonan, melainkan simbol gotong royong dan penghormatan kepada leluhur.
- Mekanisasi Pertanian: Di sela barisan, Konawe menegaskan jati dirinya sebagai Lokomotif Ekonomi Sultra. Mereka memamerkan transformasi pertanian tradisional menuju mekanisasi modern demi menjaga ketahanan pangan nasional.
Pesan Sang Bupati: Budaya Adalah Jati Diri
Di
“Pawai Harmoni Sultra ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah wadah untuk menunjukkan jati diri. Konawe punya kekayaan luar biasa, dan budaya adalah identitas yang harus kita jaga dan banggakan,” tegas H. Yusran Akbar.
Beliau juga menambahkan bahwa momen HUT ke-62 Sultra yang bertema “Harmoni dalam Keberagaman, Kuat dalam Persatuan” ini adalah sarana mempererat persaudaraan antar-daerah.
Konawe yang Bersahaja, Sultra yang Produktif
Kehadiran jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam barisan menunjukkan kesiapan SDM Konawe dalam mewujudkan kemandirian daerah. Dengan semangat “Konawe Bersahaja”, mereka sukses menutup partisipasi dengan ucapan selamat yang hangat.
“Dirgahayu ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara. Semoga semangat harmoni dalam keberagaman dan kekuatan dalam persatuan senantiasa terjaga,” pungkas Yusran.
Statistik Singkat Kontingen Konawe:
Kategori Detail
- Jumlah Peserta ± 400 Orang
- Tema Utama Jantung Peradaban Tolaki & Lumbung Pangan Sultra
- Highlight Busana Tenun Tabere Siwole & Oboru
- Misi Utama Ketahanan Pangan & Pelestarian Budaya
Aksi memukau Konawe ini menjadi bukti bahwa menjaga tradisi tidak berarti menutup diri dari inovasi. Maju terus, Konawe! (*)








Tinggalkan Balasan