Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6962 Lihat semua

SIDRAP, FAKTA1.COM – Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) resmi melakukan lompatan besar dalam tata kelola pemerintahan.

Sebagai jawaban atas tantangan modernisasi birokrasi, UKPBJ Sidrap meluncurkan empat inovasi digital sekaligus yang dirancang untuk memastikan proses pengadaan barang dan jasa berjalan lebih cepat, akuntabel, dan terintegrasi.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mendorong transformasi digital yang menyentuh hingga ke akar proses administrasi pembangunan daerah.

Empat Pilar Inovasi UKPBJ Sidrap
Inovasi yang diluncurkan mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari percepatan usulan paket hingga sistem pengingat otomatis. Berikut adalah rinciannya:

SIPENGAJA (Sistem Informasi Pengadaan Barang dan Jasa)
Inovasi ini fokus pada akselerasi proses pengusulan paket pemilihan. Dengan SIPENGAJA, hambatan birokrasi pada tahap awal dipangkas sehingga paket pekerjaan dapat segera memasuki tahapan tender secara lebih efektif.

SIPANDAI (Sistem Penataan Digital Arsip Akun Penyedia INAPROC)
Menyasar ketertiban administrasi, SIPANDAI hadir untuk mendigitalisasi dokumen penyedia secara sistematis. Sistem ini mempermudah pengelolaan data, khususnya dalam proses pembuatan akun INAPROC bagi para mitra penyedia.

DISIMPAN (Digitalisasi Dokumen Pengadaan)
Meninggalkan pola manual yang berisiko, DISIMPAN mentransformasi seluruh dokumen

pengadaan ke dalam format digital. Hal ini menjamin keamanan data dan memudahkan penelusuran dokumen (traceability) kapan pun dibutuhkan.

SIGAP-PEMILIHAN (Sistem Pengingat Tahapan Pemilihan Penyedia)
Guna menghindari keterlambatan jadwal, inovasi ini berfungsi sebagai alarm otomatis yang mengingatkan para pengelola mengenai tenggat waktu di setiap tahapan proses pemilihan penyedia.

Mendorong Profesionalisme dan Dampak Daerah
Pengembangan sistem ini bukan sekadar mengikuti tren digitalisasi, melainkan upaya konkret untuk membangun ekosistem pengadaan yang tertib dan terukur. Dengan sistem digital, potensi human error dapat diminimalisir dan transparansi tetap terjaga.

“Hadirnya keempat inovasi ini diharapkan memperkuat peran UKPBJ Sidrap sebagai motor penggerak pengadaan yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ungkap perwakilan UKPBJ Sidrap dalam keterangannya.

Melalui integrasi keempat aplikasi tersebut, UKPBJ Sidrap optimistis dapat memberikan dampak nyata dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Proses pengadaan yang efisien berarti serapan anggaran yang lebih cepat dan hasil pembangunan yang dapat segera dinikmati oleh masyarakat luas.

Editor: [Fery]
Sumber: UKPBJ Sidrap

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.