Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7120 Lihat semua

KONAWE UTARA, FAKTA1.COM – Suasana Sabtu (09/05/2026) di Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, yang seharusnya tenang, seketika berubah menjadi potret mencekam. Sebuah truk tangki pengangkut BBM tak berdaya melawan “keganasan” medan jalan yang lebih mirip kubangan lumpur daripada jalur distribusi energi. Kecelakaan dramatis ini bukan sekadar insiden lalu lintas, melainkan alarm keras atas terabaikannya infrastruktur di Bumi Oheo.

Detik-Detik Menegangkan: Bergulat dengan Maut
Dalam rekaman video yang viral, terlihat jelas bagaimana kendaraan raksasa itu dipaksa “menari” di atas permukaan jalan yang licin dan berlumpur pekat. Roda-roda besar truk tampak berputar sia-sia, mencoba mencari cengkeraman di atas tanah merah yang berubah menjadi bubur usai diguyur hujan.

Ketegangan mencapai puncaknya saat truk memasuki jalur menurun. Beban berat dan permukaan jalan yang nihil friksi membuat kendali hilang seketika. Perlahan namun pasti, badan truk oleng, kehilangan keseimbangan, hingga akhirnya terhempas keras dan terbalik di badan jalan. Suara dentuman logam yang menghantam tanah disusul teriakan histeris warga menciptakan atmosfer horor di lokasi kejadian.

Kritik Tajam: Jalan atau Kubangan?
Insiden ini memicu gelombang kritik dari netizen dan warga setempat. Kondisi jalan yang ekstrem di wilayah Konawe Utara ini dinilai sudah sangat memprihatinkan dan seolah dibiarkan tanpa penanganan permanen.

“Ini bukan lagi jalan raya, ini jebakan maut bagi kami yang mencari nafkah di aspal. Sampai kapan kami

harus bertaruh nyawa di atas lumpur?” keluh salah satu warga di kolom komentar media sosial.

Wawan, pengunggah video tersebut, menuliskan pesan menyentuh sekaligus peringatan pedas bagi rekan seprofesinya:

“Detik-detik mobil tangki terbalik. Untuk teman-teman sopir satu profesi jangan nekat, utamakan keselamatan. Ingat ada anak istri menunggu di rumah,” tulisnya, mengingatkan bahwa di balik buruknya infrastruktur, ada keluarga yang menanti kepulangan para pejuang jalanan.

Aksi Heroik di Tengah Abainya Sistem
Meski situasi mencekam karena ancaman kebocoran BBM, warga Lameruru menunjukkan aksi heroik. Tanpa menunggu komando, mereka berhamburan mendekati bangkai truk yang terbalik untuk mengevakuasi sopir yang terjebak di dalam kabin. Keberanian warga menjadi satu-satunya cahaya di tengah kegelapan sistem drainase dan pengerasan jalan yang buruk.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas terkait mengenai langkah konkret perbaikan jalan di jalur tersebut. Kecelakaan di Lameruru hanyalah satu dari sekian banyak bukti bahwa keterlambatan pembangunan infrastruktur adalah ancaman nyata bagi nyawa manusia.

Tragedi ini menjadi tamparan keras: Berapa banyak lagi truk yang harus terbalik, dan berapa banyak lagi nyawa yang harus terancam sebelum jalan di Konawe Utara benar-benar layak disebut sebagai jalan raya?

(*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.