
SIDRAP, FAKTA1.COM – Sebuah pemandangan spektakuler yang menggetarkan jiwa tersaji di langit Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Kamis pagi (2/7/2026), wilayah yang dijuluki Bumi Nene Mallomo ini mendadak berubah menjadi lautan manusia.
Tidak kurang dari 72.000 pahlawan tanpa tanda jasa dari seluruh pelosok Sulawesi Selatan tumpah ruah, menyatukan energi dan semangat dalam pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Sulsel 2026.
Stadion Ganggawa Pangkajene yang menjadi pusat prosesi tak mampu menampung ledakan antusiasme peserta yang mengenakan seragam kebanggaan daerah masing-masing. Gelombang massa yang luar biasa ini meluber hingga ke Kawasan Monumen Ganggawa dan memadati pelataran Masjid Agung Pangkajene. Jauh sebelum genderang kompetisi ditabuh, denyut nadi Kota Pangkajene telah berdenyut kencang—seluruh hotel, penginapan, sekolah, hingga rumah warga penuh sesak oleh para pendidik yang datang membawa misi persatuan.
Momen Bersejarah yang Menggetarkan Hati
Kemegahan acara ini semakin berkelas dengan kehadiran deretan tokoh penting bangsa dan daerah. Porsenijar secara resmi dibuka langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Prof. Unifah Rosyidi. Di panggung kehormatan, tampak hadir Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, hingga duo pemimpin Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah, serta jajaran Forkopimda dan kepala daerah se-Sulsel.
- Elisa Kambu Belum Muncul, Mama-Mama Papua Pilih Bermalam di Aspal dan Blokade Jalan Sorong
- FDCHT Binus University Jalin Kolaborasi Internasional dengan Sydney University, Gandeng 27 Perguruan Tinggi Lintas Pulau
- Sempat Disorot Karena Lamban, Jalan Solo–Kolampu Akhirnya Dikerja, Warga Wajo dan Bone Bisa Bernapas Lega
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Melihat soliditas yang begitu masif, Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
“Pagi hari ini hati saya sangat bergetar melihat kekompakan Gubernur, Wakil Gubernur, para kepala daerah, Forkopimda, pengurus PGRI, dan para guru. Terima kasih terkhusus kepada Kabupaten Sidrap selaku tuan rumah. Porsenijar Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026 keren!” ucapnya dengan suara bergetar bangga.
Keramahan Total Tuan Rumah & Komitmen Masa Depan
Sebagai tuan rumah,
“Terima kasih telah mempercayakan Sidrap. Insya Allah, selama di sini, orang Sidrap akan melayani dengan segala keramahannya. Kami siapkan beras dan telurnya untuk melayani Anda semua,” tegas Syaharuddin, disambut gemuruh tepuk tangan peserta.
- Elisa Kambu Belum Muncul, Mama-Mama Papua Pilih Bermalam di Aspal dan Blokade Jalan Sorong
- FDCHT Binus University Jalin Kolaborasi Internasional dengan Sydney University, Gandeng 27 Perguruan Tinggi Lintas Pulau
- Sempat Disorot Karena Lamban, Jalan Solo–Kolampu Akhirnya Dikerja, Warga Wajo dan Bone Bisa Bernapas Lega
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Apresiasi setinggi langit juga datang dari Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Di tengah efisiensi anggaran, ia menegaskan komitmen mutlaknya untuk tetap menyejahterakan guru.
”Guru terbaik adalah yang selalu diingat ketika selesai dan menempatkan anak-anaknya menjadi orang sukses. Saya tidak bisa bikin apa-apa kalau bukan karena guru,” ungkap Gubernur dalam pidatonya yang menyentuh hati.
Banjir Hadiah Mewah dan Defile Budaya yang Memukau
Suasana stadion semakin membara dan bikin takjub ketika Gubernur Sulsel secara spontan mengguyur acara dengan tambahan hadiah fantastis bagi para pemenang:
2 Paket Ibadah Umrah
3 Unit Motor Listrik
10 Unit Tablet
25 Unit Sepeda (termasuk 5 sepeda yang langsung dibagikan kepada peserta upacara)
Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, PB PGRI juga menganugerahkan piagam penghargaan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Sulsel atas jasa mereka dalam melindungi dan meningkatkan kesejahteraan guru.
Puncak dari mahakarya pembukaan ini ditutup dengan defile magis dari 24 kontingen kabupaten/kota. Setiap daerah tampil unjuk gigi, memamerkan kekayaan budaya, kreativitas tanpa batas, dan identitas daerah dengan penuh semangat.
Porsenijar PGRI Sulsel 2026 yang berlangsung dari 1 hingga 6 Juli ini bukan sekadar ajang olahraga dan seni, melainkan sebuah proklamasi nyata bahwa guru adalah fondasi utama peradaban bangsa.(fs)








Tinggalkan Balasan