
MAKASSAR,FAKTA1.COM – Di tengah gemerlap persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Makassar, semangat perjuangan rombongan Sulawesi Tenggara tak terbendung. Sejak sehari sebelumnya, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Konawe, Hj. Hania, S.Pd., M.Pd., Gr., terlihat berjibaku bersama tim Dekranasda Provinsi Sulawesi Tenggara mempersiapkan setiap sudut stan pameran agar tampil maksimal di hadapan ribuan pengunjung dari seluruh Indonesia. Jum’at 10 Juli 2026
Bagi Hj. Hania, kehadiran di ajang nasional ini bukan sekadar mengikuti pameran. Ini adalah pertaruhan untuk membawa nama baik Konawe sekaligus membuktikan bahwa hasil karya para perajin daerah mampu berdiri sejajar dengan produk-produk terbaik dari berbagai provinsi.
Pameran yang berlangsung di Trans Studio Mall (TSM) Makassar pada 8–12 Juli 2026 menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-46 Dekranas dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54. Mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, kegiatan ini menghadirkan 204 stan dari seluruh Indonesia dan menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya digelar di pusat perbelanjaan modern guna menjangkau lebih banyak masyarakat.
- Jampidsus Febrie Angkat Bicara Soal Rumor Mundur dan Rumah Sentul yang Digeledah
- Tower Telkomsel Lumpuh, Dua Pencuri Kabel di Buton Utara Ditangkap Polisi, Satu Pelaku Diburu
- Polisi Jadi Sahabat Murid SD di Konawe Utara, Ajarkan Tertib Lalu Lintas hingga Cegah Bullying
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Di antara ratusan stan tersebut, Dekranasda Konawe membawa senjata andalannya, yakni tenun motif Tabere Tolaki. Kain tenun yang lahir dari warisan budaya suku Tolaki itu bukan hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga menyimpan filosofi, sejarah, dan identitas masyarakat Konawe yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dengan penuh keyakinan, Hj. Hania optimistis tenun Tabere Tolaki mampu mencuri perhatian pengunjung hingga menembus pasar nasional bahkan internasional.
“Kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya Konawe melalui tenun ini, sekaligus membuktikan bahwa produk lokal bisa mendunia,” ujarnya saat meninjau kesiapan stan, Kamis (9/7/2026).
Tak hanya mengandalkan tenun, Dekranasda Kabupaten Konawe juga membawa berbagai produk kerajinan serat alam yang menjadi program prioritas tahun 2026.
- Jampidsus Febrie Angkat Bicara Soal Rumor Mundur dan Rumah Sentul yang Digeledah
- Tower Telkomsel Lumpuh, Dua Pencuri Kabel di Buton Utara Ditangkap Polisi, Satu Pelaku Diburu
- Polisi Jadi Sahabat Murid SD di Konawe Utara, Ajarkan Tertib Lalu Lintas hingga Cegah Bullying
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
“Dua program prioritas Dekranasda Kabupaten Konawe yaitu program pengembangan kerajinan tenun dan program pengembangan kerajinan serat alam,” jelas Hj. Hania.
Bersama tim Dekranasda Sulawesi Tenggara, Hj. Hania memastikan seluruh produk yang dipamerkan telah melalui proses kurasi secara ketat. Produk-produk terbaik dari 17 kabupaten/kota dipilih untuk tampil membawa nama Sulawesi Tenggara dalam persaingan nasional yang semakin kompetitif.
Sementara itu, suasana di sekitar lokasi pameran semakin semarak menjelang acara puncak yang dijadwalkan dihadiri Ketua Umum Dekranas sekaligus Istri Wakil Presiden RI, Selvi Gibran Rakabuming, pada Jumat (10/7/2026). Pengamanan pun diperketat dengan melibatkan personel Paspampres, TNI, Polri, dan Satpol PP demi memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.
Tak hanya pameran produk unggulan, pengunjung juga disuguhkan berbagai agenda menarik seperti workshop, talkshow, Malam Budaya, hingga festival kuliner nusantara yang menghadirkan cita rasa khas dari berbagai daerah.
Ajang ini menjadi peluang emas bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan pasar, meningkatkan daya saing, sekaligus membuka jalan menuju pasar internasional. Di tengah persaingan yang ketat, Konawe datang bukan sekadar menjadi peserta, tetapi membawa tekad besar untuk menunjukkan bahwa karya anak daerah memiliki kualitas yang layak diperhitungkan di panggung nasional.
Dengan penuh optimisme, Hj. Hania bersama jajaran Dekranasda Sulawesi Tenggara berharap setiap produk yang dipamerkan mampu menarik perhatian pengunjung, membuka peluang kerja sama, dan mengangkat nama Konawe sebagai salah satu daerah penghasil kerajinan unggulan Indonesia.(*)








Tinggalkan Balasan