Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7556 Lihat semua

Surabaya,F1.com – Ribuan jamaah memadati Majelis Jemur Wonosari Bershalawat pada Ahad malam (12/7/2026). Lantunan shalawat yang menggema sepanjang acara menjadi pengingat akan pentingnya mencintai Rasulullah SAW melalui amalan yang sederhana, namun memiliki keutamaan yang luar biasa, yakni memperbanyak membaca shalawat.

Dalam tausiyahnya, Gus Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam) mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya gemar menghadiri majelis shalawat, tetapi juga menjadikan shalawat sebagai amalan yang terus dijaga setiap hari.
“Jangan hanya ramai bershalawat ketika berada di majelis. Yang lebih penting adalah istiqomah membaca shalawat di rumah, di tempat kerja, di perjalanan, dan di mana pun kita berada,” pesannya.

Gus Iqdam menjelaskan bahwa shalawat merupakan amalan yang ringan dilakukan, tetapi memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT. Semakin sering seorang hamba bershalawat, semakin besar harapan untuk memperoleh syafaat Rasulullah SAW pada hari kiamat.
Pesan tersebut selaras dengan sabda Rasulullah SAW:
“Orang yang paling berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku.”
(HR. Tirmidzi).

Usai mengikuti rangkaian acara, Ustadz Nafi’ Unnas, S.Ag., M.Pd., dosen Bahasa Arab UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus Pembimbing Umroh Samira Travel Jawa Timur, mengungkapkan bahwa istiqomah dalam membaca shalawat merupakan salah satu kunci menjaga hubungan hati dengan Rasulullah SAW.

Menurutnya, banyak orang mampu membaca shalawat ketika suasana hati sedang baik atau saat mengikuti majelis. Namun, keutamaan sesungguhnya

adalah ketika seseorang mampu menjadikan shalawat sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Shalawat adalah investasi spiritual. Semakin sering kita membaca shalawat, semakin dekat hati kita kepada Rasulullah SAW. Kedekatan itu akan melahirkan ketenangan, kelembutan akhlak, dan semangat untuk meneladani sunnah beliau,” ujar Ustadz Nafi’ Unnas.

Ia menambahkan bahwa istiqomah tidak selalu dimulai dengan jumlah yang besar. Membaca sepuluh, seratus, atau bahkan seribu shalawat setiap hari akan memberikan dampak yang luar biasa apabila dilakukan secara konsisten.
“Allah lebih mencintai amalan yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit. Karena itu, jangan menunggu waktu luang untuk bershalawat. Jadikan shalawat sebagai teman dalam setiap aktivitas,” katanya.

Ustadz Nafi’ Unnas juga mengajak masyarakat untuk membiasakan shalawat di lingkungan keluarga. Menurutnya, rumah yang dipenuhi bacaan shalawat akan menjadi rumah yang penuh keberkahan, ketenteraman, dan kasih sayang.
Sebagaimana pesan Gus Iqdam kepada Ustadz Nafi’ Unnas, istiqomah membaca shalawat bukan sekadar memperbanyak bacaan, tetapi juga memperkuat cinta kepada Rasulullah SAW, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan harapan untuk memperoleh syafaat beliau di hari akhir.

Semoga setiap lantunan shalawat yang terucap menjadi sebab turunnya rahmat Allah SWT, diangkatnya derajat, diampuninya dosa, serta menjadi jalan menuju kemuliaan hidup di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat.
(Redho)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.