Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7806 Lihat semua

KONAWE, FAKTA1.COM — Antrean panjang kendaraan yang kerap terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, belakangan ini menjadi sorotan publik. Menanggapi kondisi tersebut, Owner sekaligus pemegang saham SPBU Unaaha, Nining Porosi, angkat bicara memberikan penjelasan komprehensif terkait pasokan, migrasi BBM, hingga mekanisme penyaluran.

Berikut adalah poin-poin penting dari penjelasan manajemen SPBU Unaaha:

  • Pasokan Mencukupi: Nining memastikan bahwa pasokan BBM dari Pertamina hingga saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
  • Faktor Migrasi Konsumen: Antrean panjang terjadi bukan karena kelangkaan pasokan, melainkan akibat peralihan konsumen dari bahan bakar non-subsidi (Pertamax) ke BBM bersubsidi (Pertalite), sehingga volume permintaan melonjak tajam dalam waktu bersamaan.
  • Penyaluran Berbasis QR Code: SPBU tetap mematuhi regulasi distribusi BBM subsidi dengan mewajibkan penggunaan barcode atau QR Code yang terdaftar, di mana seluruh data kendaraan serta transaksi tercatat secara transparan dalam sistem.
  • Pelayanan Khusus Jeriken: Terkait kebutuhan petani dan nelayan yang menggunakan jeriken, SPBU menegaskan bahwa pelayanan tetap diberikan secara selektif dengan mematuhi persyaratan serta regulasi resmi yang berlaku.

Komitmen Pengawasan dan Evaluasi
Menanggapi perhatian dari DPRD Konawe terkait distribusi BBM bersubsidi, pihak manajemen SPBU menyatakan sikap terbuka serta menghormati segala bentuk pengawasan dan evaluasi dari lembaga legislatif maupun pemerintah daerah.

Nining mengakui bahwa kepadatan volume konsumen di lapangan menjadi tantangan tersendiri. Kendati demikian, pihak SPBU berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan Pertamina dan pihak terkait guna menjaga stabilitas pasokan serta memperketat pengawasan transaksi di lapangan.

Pihak SPBU Unaaha turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), serta senantiasa mematuhi mekanisme pengisian yang berlaku demi menciptakan ketertiban dan kelancaran layanan bersama. (*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.