Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7861 Lihat semua

KONAWE, FAKTA1.COM — Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang turut berdampak pada pelaksanaan berbagai kegiatan di tingkat desa, Pemerintah Desa Langgea, Kecamatan Padangguni, Kabupaten Konawe, tetap berupaya menghadirkan kegiatan keagamaan bagi masyarakat.

Hal tersebut diwujudkan melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius di Masjid Al-Anshar, Desa Langgea.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Langgea bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) dan Majelis Taklim Desa Langgea, dengan dukungan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara (UNUSRA).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut mengangkat tema “Mari Jadikan Momentum Ini untuk Meningkatkan Kecintaan dan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW.”

Kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengenang perjuangan Rasulullah Muhammad SAW sekaligus memperkuat kecintaan kepada Nabi dengan meneladani akhlak dan sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah kondisi efisiensi anggaran yang membuat sejumlah kegiatan di tingkat desa perlu disesuaikan, pelaksanaan Maulid di Desa Langgea menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi keagamaan dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan semangat gotong royong dan kolaborasi berbagai unsur masyarakat, sehingga peringatan Maulid tetap dapat berlangsung secara sederhana namun penuh makna.

Dalam rangkaian kegiatan, hikmah Maulid disampaikan oleh Drs. H. Muhamad Nusbaha, SY., M.M. Jamaah diajak menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri teladan dalam membangun kehidupan yang berlandaskan iman, ketakwaan, akhlak mulia dan kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diungkapkan melalui peringatan Maulid, tetapi hendaknya diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti menjaga silaturahmi, berkata baik, saling menghormati dan membantu sesama.

Di tengah suasana Maulid yang berlangsung penuh kekeluargaan, Kepala Desa Langgea, Suharto Handoko, mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan menjaga kerukunan di lingkungan desa.

Menurut Suharto, semangat persaudaraan dan akhlak Rasulullah SAW sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat, terlebih dalam menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan kebersamaan dan saling pengertian.

“Melalui momentum Maulid ini, mari kita tingkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan berusaha meneladani akhlak beliau. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan bagi masyarakat Desa Langgea,” ujarnya.

.katasulsel-trending-unique{ background: linear-gradient(135deg, #1e90ff 0%, #ff7f50 100%); padding:20px; margin:30px 0; border-radius:12px; color:#fff; font-family:Arial, sans-serif; } .katasulsel-trending-unique-title{ font-weight:700; font-size:18px; margin-bottom:16px; text-transform:uppercase; text-align:center; letter-spacing:1px; } .katasulsel-trending-unique-item{ display:flex; align-items:center; margin-bottom:12px; transition: transform 0.2s; background: rgba(255,255,255,0.1); padding:8px; border-radius:8px; } .katasulsel-trending-unique-item:hover{ transform: translateX(4px); background: rgba(255,255,255,0.2); } .katasulsel-trending-unique-item img{ width:80px; height:55px; object-fit:cover; border-radius:6px; margin-right:12px; flex-shrink:0; } .katasulsel-trending-unique-item div{flex:1; min-width:0;} .katasulsel-trending-unique-item a{ color:#fff; font-weight:600; text-decoration:none; } .katasulsel-trending-unique-item a:hover{text-decoration:underline;} .katasulsel-trending-unique-meta{ font-size:11px; color:#eee; margin-top:2px; } @media screen and (max-width:768px){ .katasulsel-trending-unique-item{ flex-direction:row; } .katasulsel-trending-unique-item img{ width:60px; height:40px; margin-right:10px; } .katasulsel-trending-unique-title{font-size:16px;margin-bottom:12px;} }

class="wp-block-paragraph">Selain menyampaikan pesan keagamaan, Suharto juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Ia mengimbau seluruh warga agar tidak melakukan pembakaran sembarangan, khususnya di kawasan yang mudah terbakar.

“Marilah kita menjaga lingkungan yang merupakan amanah dari Allah SWT. Jangan membakar hutan maupun lahan karena apabila api tidak terkendali, dampaknya bisa merugikan banyak orang,” imbaunya.

Lebih lanjut, Kades Langgea turut mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kerukunan dalam pemanfaatan air, terutama untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian.

Menurutnya, keterbatasan air pada musim kemarau perlu dihadapi dengan sikap saling memahami, bukan justru menjadi sumber perselisihan antarwarga.

Dalam pesannya kepada masyarakat, Suharto mengajak seluruh warga untuk mengedepankan kebersamaan, saling menghargai serta menjaga komunikasi dalam menghadapi persoalan kebutuhan air, khususnya bagi masyarakat yang mengandalkan sektor pertanian.

Ia berharap setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat diselesaikan dengan kepala dingin melalui musyawarah, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun mengganggu hubungan antarwarga.

“Yang paling penting adalah kita tetap menjaga kebersamaan dan kerukunan. Kalau ada persoalan, mari kita bicarakan dan selesaikan bersama. Insyaallah, dengan saling memahami dan bergotong royong, setiap persoalan dapat kita atasi,” ujarnya.

Peringatan Maulid tersebut sekaligus menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah desa, PHBI, Majelis Taklim, masyarakat dan mahasiswa KKN Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara (UNUSRA) dalam mendukung kegiatan keagamaan di Desa Langgea.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pelaksanaan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial, menjaga silaturahmi serta membangun semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Sebagai penutup, Suharto berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.

Ia berharap masyarakat Desa Langgea semakin dekat kepada Allah SWT, semakin mencintai Rasulullah SAW, serta mampu menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.

“Semoga Maulid Nabi Muhammad SAW ini membawa keberkahan bagi kita semua, mempererat persaudaraan dan menjadikan kita umat yang senantiasa mengikuti teladan Rasulullah SAW,” pungkasnya.(*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.