Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7888 Lihat semua

Makassar, fakta1.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Melakukan aksi unjuk rasa jilid ke 2 di depan kantor PLN UID Sulselrabar, Jln Hertasning, Jum’at (04/09/2026).

‎Dalam aksinya, Mahasiswa membakar ban bekas sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan “TAGIHAN TAK PERNAH BERGILIR, TAPI LISTRIK DIPADAMKAN BERGILIR” dan membawa 2 tuntutan diantaranya, Mendesak PLN UID Sulselrabar untuk segera menghentikan pemadaman listrik secara bergilir serta memberikan kompensasi terhadap masyarakat yang terdampak dan Copot General Manager PLN UID Sulselrabar.

GAM kembali melakukan aksi unjuk rasa sebagai tindak lanjut atas pelaksanaan aksi Jilid I yang sebelumnya dilaksanakan pada 3 September 2026.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) sedang melakukan pemadaman bergilir untuk sebagian wilayah di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) menyusul sejumlah perbaikan infrastruktur kelistrikan sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

Oleh sebab itu, Panglima Besar GAM, Fajar Wasis, menyampaikan bahwa PLN UID Sulselrabar dinilai belum melakukan evaluasi secara optimal terhadap permasalahan serupa yang pernah terjadi pada tahun 2023.

“Permasalahan serupa sebenarnya telah terjadi pada tahun 2023, ketika pemadaman listrik secara bergilir juga menjadi persoalan dengan alasan keterbatasan debit air yang berdampak terhadap pasokan listrik. Dengan adanya pengalaman tersebut, PLN UID Sulselrabar seharusnya dapat melakukan langkah

antisipatif dan menyiapkan solusi yang lebih efektif agar permasalahan yang sama tidak kembali terjadi dan membebani masyarakat,” Tegasnya.

Di penghujung aksi unjuk rasa, massa aksi mengikuti pertemuan dan dialog dengan pihak terkait untuk menyampaikan tuntutan serta aspirasi mereka. Kegiatan berlangsung secara tertib dan terarah, dengan adanya penyampaian pendapat serta pembahasan antara kedua pihak sebagai bagian dari upaya penyelesaian terhadap tuntutan yang disampaikan.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, (Niki Rendra Adisetiawan) menyampaikan dalam audiens bahwa pihak PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan memastikan bahwa kompensasi akan diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kontrol dan perhatian yang dilakukan oleh teman-teman Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM). Bagaimanapun, kami tidak akan mengelak atas kejadian yang terjadi. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang terjadi pada hari ini,” jelasnya.

“Terkait dengan kompensasi, kami memastikan bahwa hal tersebut akan diberikan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Sementara itu, pemadaman listrik secara bergilir akan kami upayakan untuk segera dihentikan,” lanjutnya (fjr)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.