
KONAWE — PT ESG Industri Energi Baru (EIEB) menegaskan komitmennya untuk mengutamakan tenaga kerja lokal dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di perusahaan. Hal tersebut disampaikan Manager PT EIEB, Arya Stevan, S.H., saat menjelaskan proses rekrutmen yang tengah dilakukan perusahaan.
Arya mengatakan, rekrutmen tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja perusahaan, khususnya pada posisi kru produksi dan Quality Control (QC).
“Tujuan utama kami memang untuk memenuhi permintaan perusahaan dalam merekrut warga lokal. Saat ini kami membutuhkan 30 orang untuk posisi kru produksi. Posisi ini merupakan tenaga kerja non-skill, sehingga tidak memerlukan keahlian khusus,” ujar Arya Stevan.
Sementara untuk posisi Quality Control, khususnya bagian sample house, perusahaan membutuhkan sebanyak delapan orang. Posisi tersebut memiliki persyaratan khusus karena berkaitan dengan pekerjaan yang membutuhkan kompetensi tertentu.
“Untuk Quality Control, khususnya sample house, kami membutuhkan delapan orang. Standar pendidikannya minimal D3, karena posisi ini memang membutuhkan keahlian khusus, seperti dari jurusan kimia, fisika maupun matematika,” jelasnya.
Terkait proses seleksi, Arya mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Konawe. Koordinasi tersebut dilakukan sebagai upaya memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat Konawe untuk mendapatkan pekerjaan.
“Untuk seleksi, kami selalu berkoordinasi dengan Disnaker Kabupaten Konawe yang ada di Unaaha. Mengingat adanya tingkat pengangguran di sini, kami berusaha untuk memaksimalkan warga yang ada di Kabupaten Konawe,” ungkapnya.
Menurut Arya, komitmen untuk mengutamakan warga lokal juga telah dibahas bersama manajemen perusahaan. Keberadaan sumber daya manusia di daerah menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
“Kami sudah membahas hal ini bersama manajemen. Kami juga selalu mengutamakan warga lokal. Mengingat sumber daya manusia di sini cukup banyak, kami sangat sepakat dan mendukung keterlibatan warga yang berada di sekitar perusahaan,” katanya.
Ia menambahkan, setiap kali terdapat kebutuhan tenaga kerja, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Disnakertrans. Salah satunya melalui keterlibatan perusahaan dalam kegiatan Job Fair yang sebelumnya diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Konawe.
“Ketika ada permintaan dari perusahaan, kami langsung berkoordinasi dengan Disnaker. Contohnya kemarin ada Job Fair yang diadakan oleh Kabupaten Konawe. Kami sangat mengapresiasi karena perusahaan diberikan kesempatan untuk ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Kami juga langsung mengikutsertakan kebutuhan perekrutan tenaga kerja,” terangnya.
Dalam proses rekrutmen kali ini, jumlah peserta yang mengikuti seleksi mencapai ratusan orang. Arya menyebutkan, berdasarkan data yang disampaikan, peserta pada salah satu tahapan mencapai sekitar 106 orang, sementara pada hari sebelumnya sekitar 108 orang. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang mengikuti proses rekrutmen mencapai kurang lebih 351 orang.
“Untuk hari ini kurang lebih 106 orang. Kalau ditambah dengan peserta pada hari sebelumnya sekitar 108 orang. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang mengikuti proses rekrutmen ini kurang lebih mencapai 351 orang,” ujarnya.
Dengan jumlah peserta yang cukup banyak, perusahaan membutuhkan waktu untuk melakukan penyaringan berdasarkan kualifikasi dan hasil wawancara. Arya memperkirakan proses tersebut membutuhkan waktu sekitar tujuh hari.
“Kurang lebih
Setelah peserta dinyatakan lulus dalam tahap wawancara, proses seleksi akan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan. Tes kesehatan tersebut diperuntukkan bagi peserta yang telah dinyatakan lolos pada tahapan sebelumnya.
“Setelah dinyatakan lulus seleksi wawancara, peserta nantinya akan mengikuti tes kesehatan. Pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap peserta yang dinyatakan lulus dari tahapan wawancara,” katanya.
Arya juga menegaskan bahwa seluruh proses perekrutan dan ketenagakerjaan di PT EIEB akan dilaksanakan dengan mengacu pada regulasi yang berlaku.
“Intinya, dari pihak perusahaan, kami selalu mengutamakan dan mengikuti regulasi serta undang-undang yang berlaku, khususnya terkait ketenagakerjaan. Itu sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk menyesuaikan seluruh proses dengan regulasi yang telah ditetapkan,” pungkasnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Konawe, Ilham Jaya, S.T., mengatakan sebelumnya pihak perusahaan telah melayangkan surat pemberitahuan terkait rencana perekrutan tenaga kerja dari masyarakat Kabupaten Konawe.
“Dari pihak perusahaan sebelumnya telah melayangkan surat pemberitahuan kepada kami terkait rencana perekrutan tenaga kerja dari warga Kabupaten Konawe. Dalam hal ini, kami dari dinas hanya memfasilitasi tempat untuk pelaksanaan proses rekrutmen, sedangkan seluruh proses perekrutan dan seleksi sepenuhnya dilakukan oleh pihak perusahaan,” ungkapnya.
Jelasnya, berdasarkan informasi dari perusahaan, kebutuhan tenaga kerja yang akan direkrut kurang lebih sekitar 30-an orang. Pihaknya berharap kesempatan tersebut dapat memberikan ruang sebesar-besarnya bagi tenaga kerja lokal.
“Kalau memungkinkan, kami berharap 100 persen merupakan warga Kabupaten Konawe, sepanjang mereka memenuhi persyaratan dan kualifikasi yang telah ditetapkan oleh perusahaan,” terangnya.
Imbuhnya, perusahaan melakukan seleksi secara langsung untuk melihat dan menilai calon tenaga kerja yang mengikuti proses rekrutmen, terutama kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan serta persyaratan yang telah ditentukan.
Sementara itu, Rahmat, salah seorang peserta yang mengikuti tes rekrutmen, mengatakan dirinya mengikuti proses seleksi tersebut dengan harapan dapat memperoleh kesempatan bekerja di perusahaan.
“Saya mengikuti tes ini karena ingin mendapatkan kesempatan bekerja. Mudah-mudahan bisa lolos dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan perusahaan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sukirman, peserta lainnya. Ia mengaku mengikuti seluruh tahapan seleksi yang diberikan dan berharap proses rekrutmen tersebut dapat membuka peluang bagi tenaga kerja lokal.
“Kami berharap proses seleksi ini berjalan dengan baik dan memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal yang memang memenuhi kualifikasi. Kalau diberikan kesempatan, tentu kami siap mengikuti seluruh tahapan yang ditentukan perusahaan,” katanya.
Ilham menambahkan, peserta yang dinyatakan lulus seleksi nantinya masih akan mengikuti tahapan berikutnya sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan perusahaan, termasuk pemeriksaan kesehatan apabila menjadi salah satu persyaratan.
“Seluruh proses penerimaan tetap menjadi kewenangan perusahaan. Kami dari dinas hanya memfasilitasi tempat dan mendukung agar proses rekrutmen dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.








Tinggalkan Balasan