Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 8018 • Lihat semua

KONAWE, FAKTA1.COM — Humas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonggeduku, Stivehnz Ginal Sambari, yang akrab disapa Kaka Etho, angkat bicara terkait inspeksi mendadak (sidak) sejumlah anggota DPRD Konawe di SPPG Wonggeduku, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (27/9/2026).

Dalam sidak tersebut, anggota DPRD Konawe menemukan seekor tikus di area gudang penyimpanan beras serta mencium bau tidak sedap di lingkungan SPPG.

Namun, perlu ditegaskan bahwa gambar tikus yang beredar atau digunakan dalam pemberitaan terkait peristiwa tersebut merupakan ilustrasi dan bukan foto dokumentasi tikus yang ditemukan di SPPG Wonggeduku. Penggunaan gambar ilustrasi tersebut tidak dapat dijadikan bukti visual bahwa tikus sebagaimana tergambar dalam ilustrasi benar-benar ditemukan di lokasi.

Menanggapi temuan itu, Kaka Etho mengatakan pihaknya menghargai kegiatan pengawasan yang dilakukan DPRD Konawe. Menurutnya, setiap temuan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi bagi pengelola SPPG.

«“Kami menghargai kegiatan sidak yang dilakukan oleh DPRD Konawe. Terkait temuan tersebut, memang menjadi perhatian kami dan akan segera kami tindak lanjuti. Kami tidak ingin mengabaikan temuan di lapangan, karena kebersihan dan keamanan pangan merupakan hal yang sangat penting dalam operasional SPPG,” ujarnya.»

Kaka Etho mengungkapkan pihaknya akan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap area dapur, termasuk titik-titik yang berpotensi menjadi akses masuk hama serta sumber bau yang ditemukan.

«“Pembersihan dilakukan secara rutin sesuai prosedur operasional. Namun, dengan adanya temuan tersebut, kami akan kembali melakukan pemeriksaan dan memastikan seluruh prosedur kebersihan serta pengendalian hama benar-benar berjalan dengan baik,” ungkapnya.»

Terkait bau tidak sedap yang tercium saat sidak, Kaka Etho menjelaskan aroma tersebut berasal dari proses pembersihan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Menurutnya, pembersihan IPAL dilakukan ketika dapur tidak beroperasi dan merupakan bagian dari kegiatan general cleaning rutin.

«“Pembersihan dilakukan saat dapur tidak beroperasi sebagai bagian dari kegiatan general cleaning rutin,” jelasnya.»

Sementara terkait temuan seekor tikus di gudang penyimpanan beras, Kaka Etho menegaskan hal tersebut menjadi perhatian pihak SPPG dan akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih lanjut.

«“Kami akan melakukan evaluasi dan pembenahan, khususnya terkait kebersihan area dapur dan pengendalian hama. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila diperlukan pemeriksaan atau tindak lanjut lebih lanjut,” terangnya.»

Kaka Etho menambahkan, operasional SPPG memiliki sejumlah tahapan yang harus diperhatikan, mulai dari penerimaan bahan makanan, penyimpanan, proses pengolahan, pengemasan hingga pendistribusian.

«“Setiap tahapan harus memperhatikan kebersihan lingkungan, peralatan, bahan makanan, serta petugas yang terlibat,” lanjutnya.»

Ia menyebutkan produksi makanan dilakukan berdasarkan jumlah penerima manfaat yang telah ditetapkan. Sebelum makanan didistribusikan, dilakukan pengecekan terhadap proses pengolahan, kondisi makanan, pengemasan serta kebersihan.

«“Setiap keluhan tentu menjadi perhatian kami dan akan ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan,” katanya.»

Kaka Etho menuturkan pihaknya terbuka terhadap pengawasan, baik dari DPRD maupun masyarakat. Menurutnya, pengawasan merupakan bagian penting untuk memastikan pelayanan dan pengelolaan SPPG berjalan sebagaimana mestinya.

«“Kami terbuka untuk dilakukan pemeriksaan dan evaluasi. Bagi kami, pengawasan merupakan bagian penting untuk memastikan pelayanan dan pengelolaan SPPG berjalan sebagaimana mestinya,” tuturnya.»

Ia menambahkan setiap kendala dalam operasional tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan standar kebersihan dan keamanan pangan.

«“Setiap kegiatan operasional tentu memiliki tantangan. Namun, kendala tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan standar kebersihan dan keamanan pangan. Karena itu, kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan,” imbuhnya.»

Kaka Etho juga kembali menyinggung hubungan keluarganya dengan Ketua Komisi III DPRD Konawe. Ia menegaskan dirinya tidak ingin mendapatkan perlakuan khusus dalam proses pengawasan.

«“Walaupun saya anak dari Ketua Komisi III, saya tidak ingin mendapatkan perlakuan khusus. Justru saya senang dengan adanya sidak seperti ini, karena dengan begitu kondisi di lapangan bisa menjadi perhatian kami,” tegasnya.»

Menurut Kaka Etho, hubungan keluarga tersebut tidak boleh memengaruhi proses pengawasan terhadap SPPG Wonggeduku.

«“Kalau memang ada sidak, silakan sidak. Bagi saya itu bagian dari pengawasan dan evaluasi,” pungkasnya.»

Ia memastikan pihak SPPG Wonggeduku berkomitmen menjaga makanan yang diproduksi agar aman dan layak dikonsumsi.

«“Temuan dari sidak akan menjadi evaluasi bagi kami untuk meningkatkan standar kebersihan dan pelayanan. Kami juga mengapresiasi pengawasan dari DPRD maupun masyarakat karena hal tersebut dapat membantu kami melakukan perbaikan,” tutupnya.»

Kaka Etho, Humas SPPG Wonggeduku: Temuan Sidak DPRD Jadi Bahan Evaluasi

Terima kasih telah membaca artikel ini. Temukan informasi dan berita terbaru lainnya melalui kanal resmi kami.

Ikuti informasi terbaru melalui Saluran WhatsApp .