ENREKANG, FAKTA1.COM – Aksi demonstrasi keluarga korban Muh Fikri (19) di Kabupaten Enrekang terus bergulir. Setelah melakukan aksi protes di depan Kantor Polres Enrekang, massa yang terdiri dari keluarga dan pendukung korban melanjutkan aksinya dengan bergerak ke kantor DPRD Enrekang, yang diwarnai dengan pembakaran ban sebagai simbol protes keras mereka. Hari Senin tanggal 12 Agustus 2024
Aksi ini merupakan kelanjutan dari serangkaian protes yang dilakukan keluarga Fikri atas kematian Fikri yang penuh kejanggalan saat bekerja di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Fikri, yang dikenal sebagai seorang anak pelayanan, tewas dalam kondisi yang belum jelas. Keluarga menuntut agar pihak kepolisian dan DPRD Enrekang memperhatikan kasus ini dengan serius dan memediasi pertemuan dengan Kapolda Kalimantan Selatan untuk mengusut tuntas penyebab kematian Fikri.
Setelah aksi di depan Kantor Polres Enrekang, pewarta menanyakan tanggapan Kapolres Enrekang terkait demonstrasi tersebut. Kapolres Enrekang AKBP Dedi Surya Dharma SH, S.IK, MM menyatakan harapannya agar situasi tetap kondusif dan menegaskan komitmen pihaknya untuk mendengarkan aspirasi keluarga korban. “Kami mengharapkan situasi tetap kondusif. Tuntutan dari keluarga akan kami perhatikan, dan kami akan melakukan langkah-langkah sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujar Kapolres Enrekang.
Tidak puas dengan jawaban yang diterima, massa kemudian bergerak ke Kantor DPRD Enrekang. Di lokasi ini, suasana semakin memanas dengan aksi pembakaran ban yang dilakukan oleh massa. Aksi bakar ban ini menjadi puncak dari rasa frustrasi keluarga yang merasa bahwa kematian Fikri tidak mendapatkan perhatian yang semestinya dari pihak berwenang.
“Kami tidak akan berhenti sampai kasus ini diusut tuntas. Pembakaran ban ini adalah bentuk kemarahan kami atas ketidakadilan yang menimpa Fikri,” teriak salah satu demonstran di tengah kerumunan.
Aksi di depan Kantor DPRD Enrekang sempat membuat suasana di sekitar lokasi menjadi tegang, namun aparat keamanan yang berjaga berhasil mengendalikan situasi sehingga tidak terjadi kericuhan lebih lanjut. Meskipun demikian, massa tetap melanjutkan orasi mereka, menuntut agar DPRD Enrekang ikut serta dalam mendesak pihak kepolisian dan pemerintah untuk mengambil langkah tegas dalam mengungkap fakta-fakta di balik kematian Fikri.
Dengan adanya rangkaian aksi ini, keluarga korban berharap perhatian publik dan pemerintah daerah terhadap kasus kematian Fikri semakin meningkat, dan mereka berharap ada tindakan nyata untuk menjawab tuntutan keadilan yang mereka suarakan. Mereka menegaskan bahwa aksi akan terus dilanjutkan hingga kasus ini benar-benar diusut tuntas dan keadilan bagi Fikri serta keluarganya tercapai.
Fikri, yang dikenal sebagai seorang pemuda yang aktif dalam kegiatan pelayanan di Kalimantan Selatan, merupakan anak yang penuh semangat dan berdedikasi. Kehilangannya telah meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan komunitasnya, yang kini bersatu dalam memperjuangkan keadilan untuknya. YdEkg.