
Konsel,fakta1.com – Seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut dirinya diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang warga berinisial P.
Babinsa tersebut membantah keras tudingan itu dan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam tindakan pengeroyokan seperti yang diberitakan.
“Saya tegaskan, tuduhan bahwa saya ikut melakukan pengeroyokan terhadap P itu tidak benar,” ujarnya.
Menurutnya, kehadirannya di lokasi saat itu semata-mata sebagai aparat kewilayahan yang memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Sebagai aparat yang bertugas di wilayah setempat, tentunya kami memiliki kewajiban menjalankan pembinaan teritorial (Binter), menjaga keamanan dan ketertiban, serta membantu menciptakan situasi yang kondusif di tengah masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketika terjadi situasi yang berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat, aparat kewilayahan justru dituntut hadir untuk
“Ketika wilayah sedang tidak kondusif, kami ditekankan untuk memberikan solusi terbaik agar persoalan tidak semakin meluas,” katanya.
Babinsa tersebut juga menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi hanya untuk menjadi penengah antara pihak-pihak yang berselisih agar situasi dapat segera mereda.
“Sekali lagi saya tegaskan, kehadiran saya di lokasi hanya untuk menjadi penengah antara kedua belah pihak, agar persoalan dapat segera diselesaikan dengan baik,” tegasnya.
Sebelumnya, sejumlah media online memberitakan adanya dugaan keterlibatan oknum Babinsa dalam kasus pengeroyokan terhadap warga berinisial P di wilayah Kabupaten Konawe Selatan. Namun, pihak yang bersangkutan membantah tudingan tersebut dan menyatakan tidak pernah terlibat dalam peristiwa tersebut.








Tinggalkan Balasan