KONAWE, FAKTA1.COM – Senja perlahan turun di langit Unaaha. Cahaya keemasan membias di antara kendaraan yang masih berlalu-lalang, seakan memberi isyarat bahwa waktu berbuka semakin dekat. Di tengah kesibukan itu, suasana mendadak terasa berbeda. Personel Sat Samapta Polres Konawe bersama Bhayangkari berdiri di tepi jalan, menebar senyum dan membagikan takjil kepada para pengguna jalan.rabu 25 Februari 2026

Satu per satu pengendara menghentikan laju kendaraannya. Ada pengemudi ojek, sopir angkutan, hingga karyawan yang masih mengenakan seragam kerja. Mereka menerima paket takjil dengan wajah penuh syukur. Di balik tugas dan rutinitas, momen itu menghadirkan kehangatan yang sederhana namun menyentuh.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Ramadan Polres Konawe di bawah kepemimpinan Kapolres Konawe, AKBP Noer Alam, S.I.K. Ia menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk mempererat kedekatan antara Polri dan masyarakat.

“Ramadan adalah bulan berbagi dan memperkuat silaturahmi. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap AKBP Noer Alam.

Tak sekadar kegiatan simbolis, program berbagi takjil ini dilaksanakan setiap hari selama bulan Ramadan. Pelaksanaannya dilakukan secara bergilir oleh seluruh satuan kerja (Satker) di lingkungan Polres Konawe serta Polsek jajaran.

Dengan sistem bergilir tersebut, semangat berbagi menjangkau berbagai titik di wilayah hukum Polres Konawe.

Di sisi lain, AKBP Noer Alam, S.I.K., juga menerapkan program bantuan untuk masjid-masjid selama bulan Ramadan.

Bantuan tersebut diberikan guna mendukung kelancaran dan kenyamanan ibadah masyarakat, mulai dari kebutuhan operasional hingga perlengkapan penunjang kegiatan keagamaan.

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa Polres Konawe tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam memperkuat nilai-nilai sosial dan spiritual di tengah masyarakat.

Saat azan Magrib akhirnya berkumandang, suasana di jalanan Unaaha terasa lebih hangat. Bukan hanya karena takjil yang membatalkan puasa, tetapi karena ada rasa kebersamaan yang tumbuh bahwa di bulan suci ini, kepedulian menjadi bahasa yang menyatukan semua.(*)