
SIDRAP, FAKTA1.COM– Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) terus memperkuat kualitas akademik program doktor melalui peningkatan kapasitas riset mahasiswa, sebab Kualitas seorang Doktor tidak hanya dilihat dari masa studi, tetapi dari seberapa besar kontribusi risetnya terhadap pemecahan masalah di masyarakat.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mendorong mahasiswa menghasilkan publikasi ilmiah bertaraf nasional dengan pendekatan systematic literature review (SLR).
Program ini merupakan bagian dari inovasi kurikulum yang mengintegrasikan empat mata kuliah utama, yakni metodologi penelitian, transformasi digital dan smart village, pengembangan kelembagaan dan inovasi desa, serta etika kepemimpinan dan nilai keislaman.
Tidak hanya berfokus pada teori, seluruh mata kuliah tersebut mewajibkan mahasiswa menghasilkan luaran konkret berupa artikel ilmiah yang siap disubmit ke jurnal nasional.
Kegiatan pendampingan berlangsung selama satu hari pada Sabtu (11/4/2026) di Lantai 5 Ruang Rektor UMS Rappang. Suasana akademik berlangsung intensif dan kolaboratif, dengan pendampingan terstruktur mulai dari penyusunan artikel hingga proses submission.
Mahasiswa mendapatkan bimbingan langsung dari alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr Sandi Lubis, bersama Yayuk Astuti yang berperan sebagai mentor dalam penguatan metodologi dan penulisan ilmiah berbasis SLR.
Rektor UMS Rappang, Prof Dr H Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa penguatan kapasitas riset menjadi prioritas utama dalam menjawab tantangan akademik dan kebutuhan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.
“Mahasiswa doktor tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan
Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr Ir H Muh Rais Rahmat Razak, M.Si., menekankan pentingnya luaran yang terukur dalam setiap mata kuliah program doktor.
“Empat mata kuliah ini harus memiliki output yang jelas, yakni publikasi ilmiah. Ini penting untuk mengukur capaian akademik mahasiswa sekaligus memastikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan,” katanya.
Melalui pendekatan SLR yang sistematis dan berbasis analisis literatur mendalam, UMS Rappang berharap mahasiswa doktor mampu menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga berpotensi menembus publikasi internasional.
Sebanyak 10 mahasiswa program doktor terlibat dalam kegiatan ini, yakni Komaruddin Sellang, Ahmad, Ema Amaliah, Herwin, Adli Lukman, Andi Mulyadi, Syahruddin Alrif, Uli Nuha, M Hatta, dan Eddy Arsyad.
Dari hasil pendampingan tersebut, salah satu mahasiswa, Ema Amaliah, berhasil melakukan submission artikel ilmiah pada jurnal sosial terindeks Sinta 3 dengan judul “Kualitas Pelayanan Publik pada Bidang Cipta Karya: Tinjauan Sistematis terhadap Tren dan Tantangan Global.”
Langkah ini menjadi bagian dari upaya UMS Rappang dalam memperkuat budaya riset serta meningkatkan daya saing akademik di tingkat nasional maupun internasional.(*)








Tinggalkan Balasan