FAKTA1.COM, KONAWE — Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Hukum (LEPHAM) Konawe menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe atas pemberian penghargaan kepada tiga desa berprestasi dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Konawe.Rabu 4 Maret 2026

Penghargaan tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang profesional, transparan, dan akuntabel, khususnya dalam pengelolaan dana desa melalui BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.

Ketua LEPHAM Konawe, Suhardin Tosepu, secara khusus memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Lalomerui, Kecamatan Routa, Taksir Unggahi, beserta seluruh jajaran perangkat desa atas capaian yang diraih.

“Kami sangat mengapresiasi Kepala Desa Lalomerui, Bapak Taksir Unggahi, dan seluruh perangkat desanya yang pada peringatan HUT ke-66 Konawe mendapatkan penghargaan dari Pemda Konawe. Ini menunjukkan bahwa walaupun Desa Lalomerui berada di ujung utara Konawe, namun mampu membuktikan karya nyata melalui kinerja yang baik dalam pengelolaan BUMDes dari dana desa secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Suhardin,

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa letak geografis bukanlah hambatan untuk berinovasi dan berprestasi. Desa Lalomerui yang berada di wilayah paling utara Kabupaten Konawe justru mampu menunjukkan kualitas tata kelola yang patut diapresiasi dan dicontoh.

Suhardin menilai, pengelolaan BUMDes yang baik bukan hanya soal administrasi yang tertib, tetapi juga tentang bagaimana dana desa benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan usaha, serta memperkuat ketahanan ekonomi desa.

“Penghargaan ini bukan sekadar simbolis, tetapi harus menjadi motivasi bagi seluruh desa di Konawe agar terus meningkatkan kualitas pengelolaan dana desa. BUMDes harus menjadi instrumen ekonomi yang dikelola secara serius, bukan hanya formalitas,” tegasnya.

Lebih lanjut, LEPHAM Konawe juga mendorong agar Pemkab Konawe menjadikan agenda pemberian penghargaan kepada desa-desa berprestasi sebagai program rutin setiap peringatan hari jadi daerah. Menurut Suhardin, langkah tersebut dapat menciptakan iklim kompetisi yang sehat antar desa.

“Kami menyarankan agar setiap momentum ulang tahun daerah, pemerintah daerah tetap memberikan apresiasi dan dorongan penuh kepada desa-desa yang memiliki inovasi serta kinerja baik dalam pengelolaan dana desa. Dengan begitu, desa-desa lain akan terpacu untuk berbenah dan meningkatkan kualitas tata kelolanya,” tambahnya.

Berdasarkan hasil pantauan dan evaluasi LEPHAM Konawe, Desa Lalomerui dinilai layak menjadi desa percontohan dalam pengelolaan BUMDes, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga berpotensi menjadi rujukan di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Desa Lalomerui bisa menjadi role model. Pengelolaan BUMDes yang profesional, transparan, dan akuntabel harus menjadi standar baru bagi desa-desa lain. Jika ini terus dijaga, bukan tidak mungkin desa tersebut bisa menjadi percontohan hingga tingkat provinsi,” ungkap Suhardin.

Momentum HUT ke-66 Konawe yang mengusung semangat kemajuan desa dan penguatan ekonomi kerakyatan diharapkan menjadi titik tolak bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun desa.

LEPHAM Konawe pun menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan pengawalan terhadap pengelolaan dana desa agar tetap berada pada koridor hukum dan prinsip tata kelola yang baik, demi terwujudnya pembangunan desa yang berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat.(*)