Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6448 Lihat semua

Fakta1.com, Unaaha, 1 Juli 2025 — Bupati Konawe, Yusran Akbar, ST, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK SKPD) dan Bendahara di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe. Kegiatan ini berlangsung di Aula BKPSDM Kabupaten Konawe, Selasa (1/7).

Pembukaan kegiatan turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Konawe, Kepala BPKAD, serta para bendahara dari 48 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 28 kecamatan, dan 29 puskesmas. Kegiatan ini mendapat apresiasi penuh dari Bupati Konawe sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Kegiatan Bimtek diselenggarakan guna meningkatkan pemahaman, kompetensi, dan profesionalisme para pengelola keuangan di tiap satuan kerja perangkat daerah, khususnya dalam menghadapi dinamika regulasi dan tuntutan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Kepala Inspektorat Kabupaten Konawe, Apono, SH, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini digagas oleh Inspektorat Daerah dengan tujuan utama meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan dalam pengelolaan keuangan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Yusran menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menekankan pentingnya koordinasi serta sinergi antarunit kerja dalam manajemen keuangan daerah. Menurutnya, kerja kolektif akan menghasilkan pengelolaan keuangan yang lebih efektif dan terarah dibandingkan kerja individual.

“Bimtek

ini sangat penting untuk memperkuat kapabilitas para bendahara OPD, kecamatan, dan puskesmas agar mampu menjalankan tugas pengelolaan keuangan secara akuntabel. Saya berharap seluruh peserta benar-benar menyimak materi dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ujar Bupati Yusran.

Ia juga menegaskan bahwa peran strategis PPK dan bendahara sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan APBD yang tertib, transparan, dan akuntabel.

“Pengelolaan keuangan yang baik bukan semata urusan teknis, tetapi juga soal integritas dan kepatuhan terhadap regulasi. Melalui bimtek ini, saya harap seluruh peserta makin profesional, teliti, dan taat asas,” tegasnya.

Bimtek ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Materi pertama disampaikan oleh perwakilan dari Kementerian Keuangan RI melalui KPPN Kendari, dengan topik “Sistem Penatausahaan, Pertanggungjawaban, Pelaporan Keuangan, serta Mitigasi Risiko.”
Materi kedua disampaikan oleh Sekretaris Daerah Konawe dengan tema “Akuntabilitas Keuangan Daerah dan Opini WTP.”

Sementara materi ketiga disampaikan oleh Unit Kerja Pengelola Keuangan Daerah (UKPJ) Kabupaten Konawe yang mengangkat tema “Penyajian Laporan Keuangan, Aset, Kewajiban, Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan Peristiwa Luar Biasa Berdasarkan PSAP.”

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.