
Konawe, fakta1.com — Suasana halaman gudang BULOG Unaaha pagi itu tidak sekadar dipenuhi deru mesin truk dan hiruk-pikuk petugas. Di balik barisan karung beras dan jeriken minyak goreng yang tersusun rapi, terselip harapan ribuan warga yang menggantungkan asa pada bantuan pangan pemerintah. Kamis 26 Maret 2026
Penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret 2026 resmi dimulai di Kabupaten Konawe. Momentum itu ditandai dengan pelepasan armada distribusi oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., yang mengibarkan bendera start sebagai simbol dimulainya perjalanan logistik menuju pelosok desa.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan BULOG, serta sejumlah pemangku kepentingan. Mereka menjadi saksi dimulainya distribusi bantuan yang akan menjangkau puluhan ribu keluarga penerima manfaat di wilayah Konawe.
Namun di balik seremoni itu, tersimpan tantangan besar: memastikan bantuan benar-benar tiba di tangan yang berhak, tanpa hambatan, tanpa penyimpangan.
Mengawali sambutannya, Kepala BULOG Konawe, Hendra Dionisius, menegaskan kesiapan penuh pihaknya dalam menjalankan misi ini. Ia menyebut, seluruh stok telah melalui pengecekan ketat, baik dari sisi kualitas maupun kelayakan konsumsi.
“Kami memastikan bantuan dalam kondisi baik dan siap didistribusikan secara bertahap hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Pengawasan di lapangan juga kami perkuat agar proses ini berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran,” ujarnya dengan nada tegas.
Ia tak menampik, distribusi logistik dalam skala besar bukan tanpa risiko. Karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat, mulai dari pemerintah daerah hingga aparat desa.
“Kami ingin memastikan tidak ada celah. Jika ada kendala di lapangan, akan segera kami evaluasi agar penyaluran berikutnya bisa lebih optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., menekankan bahwa bantuan ini bukan sekadar program rutin, melainkan bagian dari upaya strategis menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan fluktuasi harga bahan pokok.
“Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat, terutama
Di Kabupaten Konawe, sebanyak 30.847 keluarga penerima manfaat (KPM) tercatat sebagai penerima bantuan. Data tersebut mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial yang telah ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), sebagai upaya memastikan ketepatan sasaran.
Distribusi dilakukan dengan sistem one shoot, yakni satu kali pengiriman untuk dua bulan sekaligus. Setiap KPM menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Secara keseluruhan, BULOG menyalurkan 616.940 kilogram beras dan 123.388 liter minyak goreng angka yang tidak kecil, sekaligus menjadi cerminan besarnya tanggung jawab yang diemban.
Program ini merupakan bagian dari paket stimulus kebijakan ekonomi nasional yang diarahkan untuk menjaga stabilitas harga, menekan inflasi, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Di saat yang sama, program ini juga menjadi bantalan sosial bagi warga yang rentan terhadap gejolak ekonomi.
Launching penyaluran bantuan dilaksanakan di Kompleks Pergudangan Tuoy. Dalam momen tersebut, Bupati Konawe bersama Forkopimda menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga Kelurahan Tuoy dan Kelurahan Tobeu sebuah simbol kecil dari harapan besar yang tengah digerakkan.
Ketika satu per satu truk mulai bergerak meninggalkan lokasi, membawa logistik menuju berbagai kecamatan, tersirat sebuah pesan: bahwa di tengah berbagai tantangan, negara tetap hadir.
Namun, perjalanan bantuan ini belum usai. Jalan panjang menuju desa-desa, medan distribusi, hingga pengawasan di lapangan akan menjadi penentu apakah harapan itu benar-benar sampai, atau justru tersendat di tengah jalan.
Hendra Dionisius, pun menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait, memastikan setiap kilogram beras dan setiap liter minyak goreng benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.
Di Konawe, bantuan ini bukan sekadar angka dan logistik. Ia adalah tentang ketahanan, tentang kepedulian, dan tentang janji yang harus ditepati.(***)








Tinggalkan Balasan