Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6510 Lihat semua

Jakarta – Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas tersebut dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia, mulai dari jajaran kementerian, pimpinan lembaga negara, kepala daerah, hingga unsur TNI-Polri.

Kehadiran Bupati Tolikara bersama unsur Forkopimda Kabupaten Tolikara menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam mendukung berbagai program pembangunan nasional.

Dalam arahannya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa persatuan nasional, integritas kepemimpinan, serta sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

“Hati saya bergetar melihat dan merasakan semangat saudara-saudara sekalian. Jika semangat ini benar-benar lahir dari hati demi masa depan bangsa, saya yakin Indonesia akan aman dan berhasil,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para peserta Rakornas.

Presiden juga menyinggung pandangan sejumlah pihak luar yang sering menyebut Indonesia sebagai the impossible country karena keberagaman suku, agama, ras, dan bahasa. Namun menurutnya, sejarah justru membuktikan bahwa bangsa Indonesia mampu tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Prabowo menegaskan bahwa rakyat Indonesia menginginkan pemimpin yang adil, jujur, dan bekerja sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Rakyat kita adalah rakyat yang baik. Mereka ingin hidup tenang dan harmonis. Mereka tidak menyukai pemimpin yang hanya memajukan kepentingan dirinya sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Republik

Indonesia. Rakornas ini juga menjadi momentum penting untuk menyamakan langkah antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam tahun kedua pelaksanaan RPJMN 2025–2029.

Rakornas tahun ini mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045.”

Dalam forum tersebut, pemerintah pusat juga memaparkan sejumlah program strategis melalui tiga sesi utama.

Pada sesi perekonomian, dibahas berbagai kebijakan ekonomi nasional, investasi, serta hilirisasi industri. Sementara pada sesi pangan dan kesejahteraan rakyat, pemerintah memaparkan program prioritas seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Swasembada Pangan, Kampung Nelayan Merah Putih, hingga Program Makan Bergizi Gratis.

Adapun sesi penegakan hukum menghadirkan pimpinan lembaga penegak hukum seperti Kapolri, Jaksa Agung, Panglima TNI, dan Ketua KPK untuk membahas penguatan pengawasan serta dukungan aparat dalam mengawal program prioritas pemerintah.

Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 diikuti oleh 4.011 peserta dari seluruh Indonesia, terdiri dari para menteri, pimpinan lembaga negara, kepala daerah, pimpinan DPRD, hingga unsur TNI, Polri, Kejaksaan dan Bank Indonesia.

Bagi Bupati Tolikara Willem Wandik, forum nasional tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memastikan berbagai program prioritas nasional dapat diimplementasikan secara optimal di daerah, termasuk di wilayah Papua Pegunungan.

Melalui sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, pemerintah berharap pembangunan nasional dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan cita-cita besar mewujudkan Indonesia Emas 2045.(***)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.