Disdikbud Konawe Gelar Bimtek ATISISBADA untuk Percepatan Input Belanja Modal Sekolah

  • Bagikan

📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!

Join WhatsApp
Silakan Bagikan:

Konawe – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Konawe menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penggunaan Aplikasi Teknologi Informasi Siklus Barang Daerah (ATISISBADA) bagi satuan pendidikan negeri, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Konawe, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Unaaha tersebut merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Konawe dalam meningkatkan tertib administrasi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan belanja modal sekolah melalui pemanfaatan sistem digital.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe, Dr. Suriyadi, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa penerapan Aplikasi ATISISBADA menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menertibkan pengelolaan belanja modal di seluruh satuan pendidikan negeri.

“Melalui bimbingan teknis ini, kami ingin memastikan seluruh satuan pendidikan negeri di Kabupaten Konawe memahami dan mampu mengoperasikan Aplikasi ATISISBADA dengan baik. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta ketepatan pelaporan belanja modal sekolah,” tegas Suriyadi.

Ia menambahkan, digitalisasi pengelolaan aset dan belanja modal sekolah merupakan langkah penting untuk mewujudkan tata kelola keuangan yang profesional, tertib, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“ATISISBADA bukan sekadar aplikasi, tetapi juga instrumen pengawasan dan pengendalian. Kami berharap seluruh kepala sekolah dan operator benar-benar memanfaatkan sistem ini agar pengelolaan keuangan sekolah semakin tertib, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Bimtek ini bertujuan memperkenalkan aplikasi baru kepada kepala sekolah dan operator satuan pendidikan, sekaligus mendorong percepatan progres penginputan belanja modal seluruh sekolah negeri di Kabupaten Konawe. Melalui kegiatan tersebut, ATISISBADA diharapkan dapat segera diimplementasikan secara optimal di masing-masing satuan pendidikan.

Kegiatan diikuti oleh seluruh sekolah negeri se-Kabupaten Konawe. Pada hari terakhir pelaksanaan, peserta berasal dari sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Wonggeduku, Besulutu, Morosi, Bondoala, Latoma, Routa, dan Anggalomoare.

Ketua Tim Manajemen Dana BOS Kabupaten Konawe, Irmawansyah, S.Pd., M.Pd., yang diwakili oleh Halim Haryono, S.H., M.AP., menjelaskan bahwa ATISISBADA merupakan sistem baru yang mulai diterapkan pada tahun ini.

“Pada tahun sebelumnya kami masih menggunakan sistem lama. Saat ini ATISISBADA sudah berbasis website, sehingga sekolah dapat mengaksesnya langsung dari masing-masing satuan pendidikan, di mana pun berada. Karena berbasis website, penggunaannya menjadi jauh lebih fleksibel,” jelas Halim.

Ia menambahkan, dibandingkan aplikasi sebelumnya, ATISISBADA dinilai lebih mudah dan cepat, khususnya dalam mempercepat penyusunan laporan keuangan (LK), terutama yang berkaitan dengan belanja modal sekolah tahun berjalan.

“Percepatan belanja modal sangat penting karena berhubungan langsung dengan laporan keuangan di Dinas Pendidikan. Oleh karena itu, bimbingan teknis ini dilaksanakan selama beberapa hari. Mengingat ini aplikasi baru, diperlukan sosialisasi sekaligus coaching clinic agar operator sekolah cepat memahami dan mampu mengoperasikannya,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, data yang diinput ke dalam aplikasi bersumber dari perencanaan di tingkat atas. Setelah kegiatan direalisasikan, data tersebut kemudian diinput dan disesuaikan secara bertahap oleh masing-masing sekolah.
Terkait pengawasan, Halim mengakui masih terdapat keterlambatan input di sejumlah sekolah. Namun, hal tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi yang terus dilakukan.

“Pengawasan dilakukan melalui monitoring progres input. Hingga saat ini prosesnya masih berjalan, mengingat aplikasi ini baru dirilis pada akhir tahun. Jadi masih wajar jika ada sekolah yang belum sepenuhnya menyelesaikan input belanja modal,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penggunaan ATISISBADA bersifat wajib bagi seluruh satuan pendidikan negeri.

“ATISISBADA wajib digunakan oleh seluruh satuan pendidikan negeri, baik Sekolah Dasar (SD), Pendidikan Khusus (PK), maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sementara untuk sekolah swasta, pengelolaan dan pelaporannya menggunakan aplikasi lain, yakni MHD,” tegas Halim.

Sementara itu, mantan Kepala Bidang Aset BPKAD Kabupaten Konawe, Laode Muhammad Adnan, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe sejak 2020, menjelaskan bahwa Aplikasi ATISISBADA dirancang untuk mencatat pengelolaan barang daerah secara menyeluruh dan sistematis berdasarkan siklus pengelolaannya.

Berbeda dengan sistem sebelumnya, pencatatan pengadaan barang kini terintegrasi langsung dengan mekanisme penganggaran. Setiap input barang dalam aplikasi harus didahului dengan ketersediaan anggaran.

“Jika sebelumnya pencatatan pengadaan barang tidak selalu terhubung dengan mekanisme penganggaran, kini ATISISBADA telah terkoneksi langsung. Artinya, anggaran harus tersedia terlebih dahulu sebelum barang dapat diinput ke dalam aplikasi,” jelasnya.

Menurutnya, ATISISBADA dinilai lebih tertib dan mudah diawasi karena seluruh proses pengelolaan barang tercatat secara sistematis berdasarkan siklusnya. Hal ini diharapkan mampu mendukung transparansi, akuntabilitas, serta penguatan pengawasan pengelolaan belanja barang di satuan pendidikan.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *