Dorong IKM Berkarya Menuju Konawe Bersahaja, Bupati Konawe Buka Pelatihan Kerajinan Kayu Tahap I

  • Bagikan
Silakan Bagikan:

Konawe, fakta1.com — Pemerintah Kabupaten Konawe terus mendorong penguatan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis potensi lokal. Salah satunya melalui Pelatihan Kerajinan Kayu Tahap I yang secara resmi dibuka oleh Bupati Konawe, diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Konawe, Marjuni Mamir, S.P., M.Si, dalam rangka Optimalisasi Pemanfaatan Gedung Centra/UPT Rotan dan Kayu Kabupaten Konawe.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Konawe tersebut mengusung motto “IKM Berkarya Menuju Konawe Bersahaja”, sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor industri kreatif.

Pelatihan ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali fungsi Gedung Centra/UPT Rotan dan Kayu agar tidak sekadar menjadi fasilitas fisik, tetapi berkembang sebagai pusat pelatihan, produksi, serta inkubator usaha bagi pelaku IKM di Konawe.

Dalam sambutan Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST, yang dibacakan oleh Marjuni Mamir, ditegaskan bahwa pelatihan kerajinan kayu merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya pada sektor pengolahan kayu dan rotan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Konawe.

“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan teknis masyarakat sekaligus memastikan pemanfaatan Gedung Centra/UPT Rotan dan Kayu berjalan optimal sebagai pusat pemberdayaan dan produksi,” kata Marjuni Mamir saat membacakan sambutan Bupati.

Menurutnya, penguatan keterampilan masyarakat merupakan kunci untuk mendorong lahirnya produk-produk lokal bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar regional hingga nasional, sekaligus mendukung visi pembangunan daerah Konawe Bersahaja.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Konawe, Hj. Kusnawati Malaka, S.Sos., M.Si, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan sentra rotan dan kayu sebagai ruang produktif yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pelatihan ini tidak bersifat seremonial, melainkan dirancang untuk melahirkan pelaku IKM yang terampil, mandiri, dan berorientasi pasar.
“Kami ingin sentra ini hidup kembali, menjadi pusat kegiatan pengolahan kayu dan rotan, serta menjadi tempat produksi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Konawe,” ujarnya.

Kusnawati menambahkan, Disperindag Konawe akan terus mendorong pembinaan berkelanjutan melalui pelatihan lanjutan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi promosi dan pemasaran produk IKM, sebagai bagian dari upaya mewujudkan IKM yang kuat menuju Konawe Bersahaja.

Pelatihan Kerajinan Kayu Tahap I ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta, mulai dari pengolahan bahan baku, teknik produksi, hingga pembuatan produk kerajinan kayu bernilai ekonomis. Selain itu, pelatihan juga diarahkan untuk mendorong tumbuhnya wirausaha baru di sektor industri kreatif berbasis kayu dan rotan.

Kegiatan ini menghadirkan instruktur berpengalaman dari Pulau Jawa, salah satunya Ari Afandi, pemateri asal Jepara, yang dikenal sebagai sentra industri kerajinan kayu nasional. Para peserta mendapatkan pendampingan langsung, baik secara teori maupun praktik, guna memastikan keterampilan yang diperoleh dapat diaplikasikan secara nyata.

Pemerintah Kabupaten Konawe mengapresiasi antusiasme peserta serta keterlibatan seluruh pihak dalam pelaksanaan kegiatan ini. Pelatihan ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan pelatihan lanjutan, sekaligus melahirkan produk-produk kerajinan kayu unggulan yang mampu menjadi identitas daerah.

Dengan penguatan kapasitas pelaku IKM dan optimalisasi pemanfaatan sentra industri, Pemkab Konawe optimistis sektor industri kreatif dapat menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi daerah, sejalan dengan visi pembangunan Konawe Bersahaja yang menempatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama.(*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *