Dorong Kemandirian Produktivitas, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Unaaha menggelar Panen Raya

  • Bagikan
Silakan Bagikan:

Konawe,fakta1.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Unaaha menggelar Panen Raya Pemasyarakatan sebagai bagian dari program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan mendorong kemandirian, produktivitas, serta pembinaan berkelanjutan bagi warga binaan melalui sektor pertanian.

Panen raya tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Dirjenpas) Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyampaian laporan pelaksanaan program pemasyarakatan serta mengikuti arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan secara virtual.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dandim 1417/Kendari, Kapolres Konawe AKBP Noer Alam, Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya, Ketua TP PKK Kabupaten Konawe Hania, Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha, jajaran pemasyarakatan, perwakilan instansi terkait, serta masyarakat sekitar.

Hasil panen raya ini rencananya akan disalurkan sebagai bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam. Selain itu, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sembako kepada Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Sulawesi Tenggara sebagai bentuk kepedulian sosial.

Dalam laporannya, Kakanwil Dirjenpas Sulawesi Tenggara, Sulardi, menyampaikan bahwa Rutan Kelas IIB Unaaha ditunjuk sebagai pusat pelaksanaan Panen Raya Pemasyarakatan di wilayah Sulawesi Tenggara. Sementara itu, sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan lainnya, seperti Kolaka, Buton, Raha, dan Kendari, juga melaksanakan panen raya di wilayah masing-masing.

“Panen raya ini bukan hanya soal kuantitas hasil pertanian, tetapi juga merupakan upaya menghadirkan citra lapas dan rutan sebagai tempat pembinaan yang produktif dan positif,” ujar Sulardi.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian yang mengembangkan potensi warga binaan di sektor pertanian dan perkebunan. Program ini diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan, mendukung proses reintegrasi sosial, serta mendorong warga binaan menjadi pribadi yang lebih produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.

Adapun komoditas yang dipanen meliputi jagung, ubi jalar, nanas, melon, dan timun. Sebagian hasil panen akan disalurkan kepada korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Padang.

Sementara itu, Bupati Konawe Yusran Akbar menyatakan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tenggara. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe siap berkolaborasi dengan menyediakan benih dan bibit guna mendukung keberlanjutan program tersebut.

“Ketahanan pangan memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya bagi daerah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di semua wilayah,” kata Yusran Akbar.(tim)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *