
FAKTA1.COM, KONAWE— Sebuah insiden pengusiran wartawan terjadi saat acara Sosialisasi yang diselenggarakan Tim Pemenangan dengan Tagline HADIR Nomor Utut 3 Kamis (14/11/2024).
Acara yang berlangsung di Lapangan Futsal Elkey, ini sempat menjadi perhatian publik, terutama karena sedang berlangsung di tengah masa pelaksanaan Kegiatan tersebut
Peristiwa itu terjadi ketika awak Media Faktanews dan Fakta1 melakukan peliputan tentang Kegiatan sosialisasi calon Bupati Konawe di Kelurahan Puosu Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe, pada Kamis Sore 14 November 2024
Kejadian bermula ketika wartawan berkunjung ke Lokasi kegiatan di lapangan Futsal Elkey untuk melihat kondisi terkini, Sesampainya di depan Lapangan futsal elkey, terlihat ada salah satu panitia di depan pintu,
Salah satu Panitia yang lupa kami tanyakan identitasnya. Mengatakan maaf dari mana pak ? Media pak jawabku” oh silahkan masuk pak jawabnya singkat
Kemudian kami pun langsung mencari posisi untuk mendokumentasikan kegiatan yang berlangsung.
Seorang wartawan yang hadir untuk meliput acara tersebut saat sedang mendokumentasi Gambar ketua Pemenangan HADIR” Benny Burhan,meminta untuk menghapus foto yang sempat di ambil saat kegiatan berlangsung,
Bahkan Benny Burhan diduga melakukan tindakan pemaksaan penghapusan foto-foto milik wartawan. Ketua Tim Pemenangan Paslon Nomor Urut 3 itu meminta secara paksa untuk menghapus semua foto yang berkaitan dengan Kegiatan tersebut.
“Acara yang sedang berlangsung menjadi perhatian serius para peserta yang mengikuti kegiatan, Wartawan yang meliput cukup perwakilan, tidak semuanya harus ada di dalam ruangan,” ketus Benny Burhan seraya menuntun keluar wartawan untuk keluar ruangan.
Ketua Pemenangan pasangan Cabup Konawe dengan Tagline HADIR, BENNI BURHAN, saat menemui kami dengan nada ketus, langsung meminta foto cepat hapus, kemudian ia mengatakan mohon keluar kegiatan ini tidak untuk dipublikasikan
Saat menuju Keluar dari Gedung Futsal Elkey, Benny burhan, mengatakan ini kegiatan GERINDRA sembari meminta kami keluar dari acara tersebut.
Bahkan, dengan nada lebih, ketua tim pemenangan pasangan Calon Bupati nomor urut Tiga (3) meminta agar yang tidak berkepentingan langsung ke luar ruangan.
Namun saat kegiatan tidak satupun peserta yang menggunakan atribut atau baju Gerindra, Bahkan kami pun sempat mendengar
Saat hendak meninggalkan Tempat acara, Ketua Pemenangan HADIR kembali menemui kami, dengan wajah tak bersahabat, mengatakan ini kegiatan GERINDRA tidak bisa dipublikasikan.
Namun, tindakan ini menuai kritikan karena dianggap melanggar kebebasan pers. Menghalangi wartawan dalam melaksanakan tugasnya merupakan pelanggaran terhadap UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Pasal 18 ayat (1) UU tersebut menyebutkan bahwa menghalangi kerja jurnalistik dapat dikenakan sanksi pidana hingga dua tahun penjara atau denda maksimal Rp 500 juta.
Insiden ini menambah sorotan publik, menjelang Pilkada seharusnya Paslon maupun tim berusaha mencari simpati dan empati masyarakat bukan dengan cara pengusiran seorang wartawan, serta memicu diskusi tentang pentingnya transparansi dalam setiap acara yang melibatkan Paslon kepala daerah.
Kemudian Ketua Tim Pemenangan Hadir, Benny Burhan, menghubungi kami lewat pesan singkat WhatsApp” Jangan kamu marah ya sodaraku, nanti kita bahas’ Jawabku singkat tetap saya terbitkan pak ketua” kemudian Benny Burhan menjawab Saya tidak pernah mengizinkan itu, sembari memberikan emoticon ketawa.
HADIR menjadi penguasa atau “raja kecil” seperti gubernur, bupati, atau wali kota di musim Pilkada Serentak 2024 ini tak semudah membalikkan telapak tangan
” Kami menekankan, pelayanan seperti itu tidak boleh dilakukan, pejabat publik apalagi calon kepala daerah yang seharusnya memberikan layanan informasi kepada pihak media, tidak baik mengusir wartawan,” katanya.
Membina hubungan yang baik dengan Media langkah-langkah strategis yang tidak boleh diabaikan oleh para kandidat. Namun, muara dari semua itu terdapat tiga kunci utama yang harus dimiliki oleh setiap calon jika ingin menyandang predikat sebagai calon kepala daerah
Popularitas dapat dibangun melalui pemberitaan di media massa (televisi, online, cetak), terutama jika calon tersebut melakukan sesuatu yang sensasional atau viral. Aktivitas semacam ini dapat menarik perhatian media, sehingga meningkatkan keterkenalan calon untuk diliput.








Tinggalkan Balasan