
Konawe, fakta1.com – Puluhan kendaraan hias bergerak perlahan dari Kecamatan Wawotobi, tepatnya di perempatan Wawotobi, membawa cahaya, suara, dan harapan menuju satu titik: kawasan ICP “Inolobunggadue Centrall Park”. Di sepanjang perjalanan, roda-roda berputar bukan hanya di atas aspal, tetapi di atas semangat kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat.
Di tengah iring-iringan yang bergerak perlahan namun pasti itu, Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, tampak memimpin langsung jalannya pawai. Ia berada di barisan depan, mengawal deretan kendaraan hias hingga akhirnya tiba di kawasan ICP dengan penuh khidmat, seolah memastikan setiap langkah tetap berada dalam satu irama kebersamaan.
Saat rombongan mencapai garis akhir, langit malam seakan ikut menyambut. Kembang api mekar berlapis lapis, memecah gelap dengan cahaya yang memukau. Dentumannya bersahutan dengan gema takbir mengalun, menggetarkan, lalu menyatu dalam suasana yang sulit dilupakan.
Setiap kendaraan hias tampil seakan memiliki nyawa. Lampu-lampu berkilau, ornamen Islami disusun penuh makna, sementara lantunan musik takbiran yang bervariasi menggema dari setiap sudut, menciptakan harmoni yang tidak hanya terdengar tetapi juga terasa. Kendaraan-kendaraan itu tidak sekadar melintas, melainkan “bercerita”.
Tentang kemenangan setelah perjuangan.Tentang harapan yang kembali dikuatkan. Dan tentang kebersamaan yang terus dijaga.
Sebanyak 62 peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan se-Kabupaten Konawe tampil dengan penuh totalitas. Tidak ada yang setengah hati. Setiap detail dirancang, setiap gerak diperhitungkan, menjadikan malam itu sebagai panggung besar bagi kreativitas dan identitas daerah.
Di sepanjang jalan, ribuan warga memadati sisi rute. Anak-anak melompat kecil, menunjuk kendaraan hias dengan mata berbinar. Orang tua tersenyum, sebagian terdiam, larut dalam suasana religius yang begitu kuat. Malam itu, semua orang merasa dekat—tanpa sekat, tanpa jarak.
Kehadiran Bupati Konawe, Yusran Akbar, ST, bersama jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, semakin menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum kebersamaan yang
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai festival ini sebagai wujud nyata persatuan, bukan hanya antarinstansi, tetapi juga antarwarga.
“Ini bukan hanya tentang siapa yang terbaik, tetapi tentang bagaimana kita merayakan kemenangan bersama,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah.
Ia juga mengingatkan bahwa esensi festival bukanlah sekadar kompetisi. Sportivitas, kreativitas, dan persaudaraan adalah nilai utama yang harus dijaga. Kemenangan sejati, menurutnya, adalah ketika masyarakat tetap bersatu dalam perbedaan.
Sementara itu, Wakil Bupati Syamsul Ibrahim menegaskan bahwa festival ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Konawe, katanya, sedang menunjukkan wajah terbaiknya—religius, kreatif, dan penuh inovasi.
“Ini kebanggaan kita bersama. Konawe tidak hanya merayakan, tetapi juga menciptakan sesuatu yang berkesan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung agenda besar yang akan datang, yakni Seleksi Tilawatil Quran tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara 2026 yang akan digelar di Konawe. Festival ini menjadi gambaran kesiapan daerah sebagai tuan rumah yang ramah dan berdaya saing.
Malam semakin larut, namun semangat tak surut. Setelah seluruh rangkaian pawai usai, tibalah momen yang dinanti: pengumuman pemenang. Ketegangan sempat terasa, namun segera mencair dalam tepuk tangan dan sorak sorai bukan hanya untuk para pemenang, tetapi untuk semua yang telah berpartisipasi.
Malam itu adalah tentang cahaya yang menyatukan.Tentang takbir yang menggetarkan langit dan hati. Dan tentang Konawe, yang sekali lagi membuktikan bahwa dalam keberagaman, persaudaraan selalu menemukan jalannya.
Saat kembang api terakhir padam dan suara mulai mereda, satu hal tetap tinggal Semangat “Bersahaja” yang tidak ikut hilang bersama keramaian, tetapi menetap di hati setiap orang yang hadir.
Dan dari sanalah, kisah kebersamaan itu akan terus hidup.








Tinggalkan Balasan