Konawe – Aliansi Masyarakat Besulutu Menggugat kembali menagih komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe terkait rencana pergantian Camat Besulutu yang hingga kini belum terealisasi. Janji tersebut telah disampaikan sejak Agustus 2025, namun sampai hari ini belum ada keputusan maupun kejelasan resmi dari pemerintah daerah.
Janji itu disampaikan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Bupati Konawe pada Agustus 2025. Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Bupati Konawe, Sekretaris Daerah, dan Asisten III, sementara Bupati Konawe turut mengetahui jalannya pertemuan melalui sambungan telepon.
Dalam pertemuan tersebut, Pemda Konawe menyampaikan rencana bahwa pergantian Camat Besulutu akan dilakukan pada September 2025. Namun, waktu yang dijanjikan telah berlalu tanpa realisasi.
Kekecewaan masyarakat semakin menguat setelah Pemda Konawe melaksanakan pelantikan sejumlah camat dan beberapa pejabat eselon lainnya pada Desember 2025. Di tengah pelantikan tersebut, Camat Besulutu yang sebelumnya menjadi sorotan dan aspirasi masyarakat justru belum mengalami pergantian.
Koordinator Aliansi Masyarakat Besulutu Menggugat, Ahmad Iswanto menegaskan bahwa masyarakat tidak lagi meminta, melainkan menagih janji yang pernah disampaikan oleh pemerintah daerah.
“Kami tidak datang dengan emosi, tapi dengan kekecewaan yang terakumulasi. Pemda Konawe sudah berjanji akan mengevaluasi dan mengganti Camat Besulutu, namun sampai hari ini tidak ada kejelasan. Ini bukan sekadar soal jabatan, tapi soal nasib pelayanan publik dan masa depan Besulutu,” tegasnya.
Ia menambahkan, janji tersebut bukan hanya ditujukan kepada aliansi, melainkan kepada tokoh masyarakat dan seluruh warga Kecamatan Besulutu.
“Jika suara masyarakat terus diabaikan, maka wajar bila kami menyimpulkan bahwa Pemda Konawe tidak serius mendengar rakyatnya sendiri. Kami menuntut ketegasan, bukan alasan. Janji harus ditepati,” lanjutnya.
Aliansi Masyarakat Besulutu Menggugat berharap Pemda Konawe dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Menurut mereka, kejelasan sikap pemerintah sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Sebagai langkah lanjutan, apabila dalam waktu dekat tidak ada respons atau tindak lanjut dari Pemda Konawe. Aliansi menyatakan akan kembali mengonsolidasikan massa dan turun langsung melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Konawe untuk menagih janji tersebut secara terbuka.(*)














