📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppFakta1.com, Jakarta, 11 Februari 2026 – Jelajah Masjid Nusantara (JMN 7) resmi diluncurkan sebagai bagian dari Program Masjid Nusantara 2026 yang berfokus pada penguatan peran masjid di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah tertinggal dan pelosok.
Launching yang digelar di PIC Creative Space, Jakarta, ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan penggerak dakwah. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., turut memberikan dukungan atas sinergi Masjid Nusantara dengan Kemendes PDT dalam mendorong pembangunan berbasis komunitas desa melalui masjid.
CEO Masjid Nusantara, Pras Purworo, M.M., menegaskan bahwa Jelajah Masjid Nusantara merupakan gerakan berkelanjutan untuk menjadikan masjid sebagai pusat ibadah, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Pras menyampaikan apresiasi khusus kepada Pak Nur atas pendampingan dan bimbingan yang konsisten diberikan.
“Program Masjid Nusantara 2026 dapat berjalan dengan baik berkat arahan dan pendampingan Pak Nur. Beliau menjaga agar gerakan ini tetap fokus pada misi memakmurkan masjid sebagai pusat peradaban,” ujar Pras.
Melalui program ini, Masjid Nusantara menargetkan penguatan manajemen masjid, pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, serta kolaborasi lintas sektor agar dampaknya berkelanjutan dan terukur.
Sebagai penutup, Ir. Kusnadi Ikhwani, M.M., menyampaikan refleksi mendalam dengan mengutip pesan KH Imam Zarkasyi :
“Andaikata muridku tinggal satu, akan tetap kuajar. Yang satu ini sama dengan seribu. Kalaupun yang satu ini pun tidak ada, aku akan mengajar dunia dengan pena.”
Menurutnya, semangat tersebut telah terbukti melalui Masjid Darussalam Gontor yang mampu mencetak ulama dan pemimpin yang tersebar di seluruh dunia.
“Masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi pusat kaderisasi peradaban. Dari satu masjid yang dikelola dengan visi besar, lahir dampak yang mendunia,” tutup Kusnadi.
Dengan peluncuran ini, Program Masjid Nusantara 2026 diharapkan semakin memperluas peran strategis masjid dalam membangun masyarakat yang berdaya dan berakhlak.
(Redho)














