Konawe — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Konawe, Hj. Hania, S.Pd., M.Pd., Gr., menutup secara resmi Pelatihan Kerajinan Tenun dengan tema “Perajin Berdaya Mendunia” yang digelar selama empat hari. Kegiatan ini diikuti 10 peserta yang dibagi dalam dua kelompok untuk memaksimalkan pendampingan.

Dalam sambutannya, Hj. Hania menegaskan komitmen Dekranasda untuk mendukung peserta agar tetap dapat mengembangkan keterampilan menenun meskipun pelatihan resmi telah berakhir. Saat ini, alat tenun sementara disimpan di Kantor PKK Kabupaten Konawe.
“Saat ini alat tenun kami simpan di kantor PKK dan insya Allah tidak akan mengganggu aktivitas PKK, karena gerai Dekranasda masih dalam tahap pembangunan. Peserta yang ingin terus mengasah keterampilan menenunnya dipersilakan menggunakan fasilitas tersebut,” ujarnya.
Hj. Hania menambahkan, Dekranasda juga memberikan apresiasi terhadap hasil karya peserta. Tenunan dengan model Tabere Siwole yang berhasil diselesaikan akan dibeli dan dipajang sebagai kenang-kenangan.
“Tujuan pelatihan kerajinan tenun ini adalah mencetak penenun-penenun khusus di Kabupaten Konawe. Selama ini, penenun lokal masih sangat terbatas, sehingga pelatihan ini menjadi langkah awal untuk melahirkan sumber daya perajin tenun yang berkelanjutan. Saya mendorong agar karya-karya inovatif lokal dapat tumbuh, berkembang, dan diterima di pasar internasional. Saya berharap para peserta tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh, sehingga dapat meningkatkan penghasilan dan pendapatan keluarga mereka,” jelasnya.
Pelatihan ini menghadirkan instruktur dari Provinsi Sulawesi Tenggara, Akbar, yang memberikan materi teknis serta pendampingan langsung mulai dari proses menenun, pemilihan bahan, hingga penguatan motif khas daerah. Menurut Akbar, potensi tenun Konawe sangat menjanjikan dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional jika dikembangkan secara berkelanjutan.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, Dekranasda Kabupaten Konawe berharap lahir perajin-perajin tenun yang tidak hanya terampil, tetapi juga berdaya secara ekonomi serta mampu mengangkat identitas budaya Konawe ke tingkat nasional dan internasional.














