Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6518 Lihat semua

KONAWE, FAKTA1.COM – Ketua DPRD Kabupaten Konawe, I Made Asmaya, S.Pd., M.M, menilai Upacara Melasti memiliki makna spiritual yang sangat mendalam bagi umat Hindu, khususnya dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri langsung prosesi Melasti yang dilaksanakan oleh ribuan umat Hindu di kawasan Bendungan Wawotobi, Kabupaten Konawe. Kegiatan keagamaan yang menjadi bagian dari rangkaian menjelang Nyepi itu berlangsung dengan penuh khidmat, diikuti umat yang mengenakan busana adat dominan berwarna putih sebagai lambang kesucian dan ketulusan hati.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya, S.Pd., M.M, Wakil Bupati Konawe H. Syamsul Ibrahim, S.E., M.Si, Kepala Kejaksaan Negeri Konawe Fachrizal, S.H, Wakapolres Konawe Hasruddin, S.E., M.E., serta sejumlah pimpinan dan anggota DPRD.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat juga tampak hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua II DPRD Konawe Nasrullah Faizal, S.H, Wakil Ketua DPRD Konawe Utara, Kepala SPN Anggotoa, Kepala BWS Kendari, Direktur BPR Bahteramas Konawe Dr. Ahmat, S.E., M.M, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Konawe, serta pengurus PHDI tingkat provinsi dan kabupaten bersama tokoh umat Hindu.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya menegaskan bahwa Upacara Melasti merupakan bagian penting dari rangkaian ibadah Nyepi yang sarat dengan nilai spiritual dan filosofi kehidupan.

“Upacara ini menandai dimulainya rangkaian ibadah Nyepi dengan fokus pada pembersihan diri secara spiritual, sehingga umat dapat menyambut hari suci dengan hati yang bersih dan pikiran yang tenang,” ujarnya.

Ia mengatakan, Melasti merupakan ritual sakral yang telah diwariskan secara turun-temurun dalam tradisi umat Hindu. Prosesi ini memiliki tujuan utama untuk melakukan penyucian diri, baik secara lahir maupun batin, sebelum memasuki hari suci Nyepi.

“Melasti adalah awal dari rangkaian perayaan Nyepi yang sarat makna. Umat Hindu melakukan penyucian diri secara spiritual agar dapat menjalani hari suci Nyepi dengan hati yang bersih dan

pikiran yang tenang,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam prosesi Melasti biasanya berbagai pratima atau benda-benda suci dari pura turut diarak menuju sumber air seperti sungai, danau, maupun laut untuk disucikan. Air dipercaya sebagai simbol kehidupan yang mampu membersihkan segala kotoran, baik secara fisik maupun spiritual.

Menurutnya, ritual tersebut juga memiliki filosofi mendalam tentang keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Melalui Melasti, umat Hindu memohon agar segala unsur negatif yang melekat pada diri manusia maupun alam semesta dapat dilebur dan digantikan dengan energi positif.

“Maknanya bukan hanya pembersihan secara simbolis, tetapi juga pengingat bahwa manusia harus menjaga keseimbangan dengan alam serta hidup dalam nilai-nilai kebaikan,” jelasnya.

Selain makna religius, politisi PDI Perjuangan tersebut juga menilai kegiatan keagamaan seperti Melasti menjadi cerminan kuatnya toleransi antarumat beragama di Kabupaten Konawe. Ia mengapresiasi masyarakat yang terus menjaga harmoni dan saling menghormati dalam kehidupan sosial yang beragam.

Menurutnya, keberagaman yang ada di Konawe justru menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan antarwarga.
“Kegiatan ini memperlihatkan bahwa kerukunan antarumat beragama di Konawe berjalan sangat baik. Masyarakat saling menghargai tradisi dan keyakinan masing-masing,” katanya.

Ia juga mengapresiasi umat Hindu yang tetap konsisten melestarikan budaya dan tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya menjadi bagian dari kehidupan spiritual, tetapi juga merupakan kekayaan budaya yang patut dijaga bersama.

Di akhir penyampaiannya, Ketua DPRD Konawe berharap seluruh rangkaian perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan penuh kedamaian.

“Semoga perayaan Nyepi tahun ini membawa ketenangan, kedamaian, serta memperkuat semangat persaudaraan di tengah masyarakat Konawe,” pungkasnya.

Prosesi Melasti sendiri ditutup dengan doa bersama serta momen kebersamaan umat Hindu yang hadir, menandai dimulainya rangkaian perayaan Nyepi yang penuh makna spiritual.

Laporan: Jumarudin Hattas

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.