Konawe, fakta1.com – Gerakan Pramuka Kabupaten Konawe terus melakukan inovasi dalam pembinaan anggota sekaligus mendukung pengembangan wilayah, sejalan dengan program pemerintah daerah yang dipimpin Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si., menekankan pentingnya kegiatan pembinaan sebagai sarana menumbuhkan semangat berpramuka. Pelantikan dan pengukuhan pengurus kali ini digelar secara outdoor untuk pertama kalinya, melibatkan tiga kecamatan.
“Dengan hormat, saya meminta agar setiap pengurus di tingkat kabupaten, khususnya dari tiga kecamatan ini, memiliki perwakilan dalam kegiatan Jambore Nasional mendatang. Tiga kecamatan ini dapat berperan baik sebagai pembimbing maupun sebagai peninjau, sehingga setiap kecamatan memiliki representasi saat Jambore Nasional 2026,” ujar H. Syamsul Ibrahim.
Beliau menegaskan, setiap program harus memiliki perwakilan, baik sebagai pembimbing maupun peninjau.
“Selama ini, pelantikan selalu dilakukan di gedung. Padahal, sejatinya kegiatan Pramuka dilakukan di lapangan. Sekarang kita ubah paradigma: kegiatan bisa dilakukan dengan biaya minimal, namun tetap bermanfaat. Jika kita bersatu, semua pasti bisa terlaksana,” tambahnya.
Selain fokus pada pembinaan anggota, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi wisata dan mendukung pelaku UMKM lokal, khususnya di Desa Garuda, Kecamatan Padangguni. Data rapat kerja beberapa bulan lalu menunjukkan jumlah UMKM yang terlibat masih terbatas, hanya sekitar empat hingga lima. Kini, jumlah tersebut meningkat menjadi lebih dari sepuluh, menandakan adanya geliat ekonomi lokal. Bahkan, masyarakat dari luar Konawe mulai menunjukkan minat berkunjung, secara langsung menambah perputaran ekonomi di wilayah tersebut.
Di tingkat nasional, Kwarcab Kabupaten Konawe tengah menjalin komunikasi dengan Kwartir Nasional (Kwarnas) terkait dua kegiatan, yakni Perkemahan Dewan Kerja dan Perkemahan Wirakarya 2026, yang diperkirakan diikuti lebih dari 1.500 peserta dari 38 provinsi. Lokasi kegiatan kemungkinan akan dipusatkan di Sulawesi Tenggara, dan Konawe berpotensi ditunjuk sebagai tuan rumah, untuk mendorong pembangunan wilayah tertinggal melalui kegiatan afirmasi desa.
Perhatian khusus juga diberikan pada kesejahteraan guru di daerah terpencil.
Ketua Kwarcab Konawe juga menyampaikan prihatin bahwa tiga kecamatan di Konawe masuk kategori daerah terpencil, namun tunjangan guru seperti di Kecamatan Latoma ini hanya diberikan di dua sekolah saja
“Insya Allah, tahun ini saya bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas PMD akan segera menghadap Kementerian Desa agar tunjangan dapat direvisi, sehingga semua guru berhak mendapatkan DACIL,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau meminta partisipasi aktif seluruh anggota Pramuka dalam kerja bakti wisata yang akan dipusatkan di wilayah pesisir.
“Saya meminta dengan hormat agar semua hadir dan berpartisipasi. Kehadiran semua, meski dengan kontribusi kecil seperti membeli seragam Pramuka jika memungkinkan, sangat penting. Bagi yang belum mampu membeli seragam, tetap hadir dan ikut berpartisipasi. Kebersamaan dan semangat gotong-royong jauh lebih penting,” tegas H. Syamsul Ibrahim.
Selain itu, beliau mengungkapkan rencana pembentukan Satgas Pramuka Peduli, sebuah unit khusus yang bergerak dalam pengabdian masyarakat. Satgas ini diharapkan memperkuat peran sosial Pramuka di Konawe, selain kegiatan perkemahan dan pembinaan rutin.
“Saat kembali ke desa masing-masing, jika ada keluarga atau warga yang rumahnya rusak atau bocor, kita harus tergerak untuk turun peduli. Kita bisa patungan dan membantu warga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Masa lalu menunjukkan bahwa bantuan pemerintah sering terlambat karena birokrasi panjang. Padahal yang dibutuhkan mungkin hanya 10 hingga 50 lembar atap. Jika kita peduli, patungan, dan turun langsung, insya Allah bisa dikerjakan bersama,” imbuhnya.
Beliau juga menekankan pentingnya kekompakan, keadilan, dan regenerasi kepemimpinan di Pramuka.
“Saya minta seluruh keluarga besar Pramuka untuk tidak saling menjelekkan atau mencari kelemahan sesama anggota. Masuk Pramuka berarti bekerja sama, saling mendukung, dan menyumbang untuk kebaikan bersama. Berikan ruang bagi anggota lain untuk berkembang. Jangan sampai dalam kepengurusan ini hanya orang yang sama yang selalu berangkat, sehingga hanya dia yang tahu kegiatan nasional. Regenerasi itu penting agar Pramuka kita terus berkembang,” tegas H. Syamsul Ibrahim.
Berbagai langkah ini diharapkan mampu mendorong regenerasi kepemimpinan, memperkuat pembinaan Pramuka, mendukung ekonomi lokal melalui UMKM dan pariwisata, serta memastikan pemerataan kesejahteraan guru, sejalan dengan program pembangunan Kabupaten Konawe.(*)














