Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6467 Lihat semua

TOLIKARA – Komitmen menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan kembali diperkuat melalui sinergi lintas sektor antara aparat keamanan dan pemerintah daerah. Komandan Korem (Danrem) 172/Praja Wira Yakthi (PWY) Brigjen TNI Togar Rio Pasaribu, S.E., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tolikara, Selasa (10/3/2026), guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah koordinasi strategis dalam menyikapi dinamika keamanan yang terjadi di wilayah Tolikara beberapa waktu terakhir.

Danrem 172/PWY tiba di Bandara Karubaga menggunakan pesawat perintis dari Bandara Sentani, Jayapura. Ia didampingi Kepala Seksi Operasi Korem 172/PWY Kolonel Syarifudin Liwang, S.I.P., M.H.I., bersama rombongan.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Tolikara yang dipimpin oleh Bupati Tolikara Willem Wandik bersama Wakil Bupati Yotam Wonda. Turut hadir Ketua DPRK Tolikara Meinus Wenda, Ketua DPRK I Wes Kogoya, Ketua DPRK II Meso Penggu, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Setelah prosesi penyambutan di Bandara Karubaga, rombongan Danrem bersama pemerintah daerah langsung melanjutkan perjalanan darat menuju Distrik Kanggime untuk meninjau langsung situasi keamanan sekaligus melakukan pertemuan koordinasi bersama unsur terkait di wilayah tersebut.

Bangun Kesepahaman Lewat Rapat Koordinasi

Setibanya di Distrik Kanggime, rombongan langsung menggelar rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Distrik Kanggime itu bertujuan membangun kesepahaman bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Tolikara.

Dalam rapat tersebut, seluruh pihak sepakat untuk bersama-sama mencari solusi terbaik terkait peristiwa perampasan satu pucuk senjata yang sebelumnya terjadi di Distrik Nugawi.

Pendekatan yang dipilih adalah pendekatan persuasif dan dialogis agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan eskalasi konflik di tengah masyarakat.

Kapolres: Situasi Tolikara Tetap Aman

Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw menegaskan bahwa secara umum kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Tolikara masih berada dalam situasi aman dan terkendali.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap menjalankan aktivitas seperti biasa serta

tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum tentu benar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Aparat keamanan bersama pemerintah daerah terus bekerja menjaga situasi tetap aman. Kami juga mengharapkan dukungan doa dari seluruh masyarakat agar keamanan di Kabupaten Tolikara terus terjaga,” ujarnya.

Menurut informasi yang dihimpun, insiden perampasan satu pucuk senjata tersebut terjadi di Distrik Nugawi, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan.

Danrem Tekankan Pendekatan Humanis

Dalam kunjungan tersebut, Brigjen TNI Togar Rio Pasaribu juga menyempatkan diri memberikan arahan langsung kepada prajurit TNI yang bertugas di Pos Kanggime dan Koramil Kanggime.

Ia menekankan bahwa keberadaan aparat TNI di wilayah Papua harus mampu memenangkan hati dan pikiran masyarakat melalui pendekatan yang humanis.

“Tugas kita di sini bukan untuk mengalahkan rakyat, tetapi memenangkan hati dan pikiran mereka. Jangan sampai ada tindakan sekecil apa pun yang mencederai hati masyarakat,” tegasnya.

Menurut Danrem, hubungan antara masyarakat dengan aparat TNI dan Polri harus terbangun seperti hubungan ikan dan air yang saling membutuhkan. Oleh karena itu, prajurit harus hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Ia bahkan menyampaikan bahwa keberhasilan prajurit dalam menjalankan tugas di daerah penugasan dapat dilihat dari bagaimana masyarakat merasakan kehadiran mereka.

“Jika saat kalian selesai bertugas masyarakat merasa kehilangan, bahkan menahan kalian untuk tidak pulang, itu berarti kalian berhasil. Tetapi jika masyarakat justru merasa senang ketika kalian pulang, itu berarti kehadiran kalian belum memberikan rasa aman,” ujarnya.

Danrem juga mengingatkan prajurit untuk selalu fokus, total, dan tuntas dalam menjalankan tugas negara serta menjaga integritas sebagai aparat negara.

Selain menjaga keamanan, prajurit juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan sosial serta pemberdayaan ekonomi seperti pertanian dan peternakan.

Melalui pendekatan humanis serta kerja sama seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan situasi keamanan di Kabupaten Tolikara dapat terus terjaga serta hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat semakin kuat.(***)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.