Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6770 Lihat semua

SIDRAP – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menjalankan Program Hilirisasi Riset – Ajakan Industri (BOPTN) senilai Rp1,4 miliar yang dilaksanakan secara multiyear.
Program ini menjadi salah satu capaian strategis kampus dalam mendorong hilirisasi riset sekaligus menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan pengelolaan sampah di daerah.

Ketua tim pengusul, Associate Prof. Dr. Ir. Rais Rahmat Razak, M.Si, mengatakan bahwa program tersebut melibatkan kolaborasi multidisiplin antara dosen, mahasiswa, dan praktisi.
Sejumlah dosen yang terlibat di antaranya Hakzah, Sandi Lubis, Untung Suwardoyo, Muhammad Bibin, dan Aksal Mursalat.

Adapun mahasiswa yang turut berpartisipasi antara lain Muh. Said Husain, Muh. Wahyu M., Alwi Rajab, Muh. Rezky S., Andi Azkia, Muh. Sabri, dan Salmen.

“Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam mengintegrasikan teori dengan praktik di lapangan,” ujar Dr. Rais, saat dikonfirmasi Jumat (10/04/2026).

Ia menambahkan, program ini juga selaras dengan arah pembangunan daerah Kabupaten Sidenreng Rappang, khususnya

program Bupati bertajuk “Tanam–Panen–Hilirisasi”, yang mendorong pengelolaan sampah menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi.

Melalui program tersebut, Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) akan dikembangkan menjadi sistem berbasis digital. Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan, transparansi, serta akuntabilitas dalam pengelolaan sampah.
Selain itu, tim juga mengusung model Rais-MR3 sebagai pendekatan dalam mengintegrasikan tata kelola, layanan, dan nilai ekonomi dalam sistem pengelolaan sampah.

“Kami ingin membangun sistem yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan daerah. Dengan melibatkan mahasiswa dan pendekatan multiyear, kami optimistis program ini akan memberikan dampak berkelanjutan,” kata Rais.

UMS Rappang menargetkan program ini dapat menjadi model nasional dalam pengelolaan TPS3R berbasis digital yang kolaboratif antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.(*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.