Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6773 Lihat semua

Kendari, Fakta1.com — Gerakan Anti Korupsi (GERAK) SULTRA memberikan tanggapan atas pemberitaan yang menilai desakan pembangunan smelter PT SCM di Routa tidak tepat seiring kebijakan moratorium smelter nikel.

Ketua GERAK SULTRA, Wiwin Anusaputra, menyampaikan bahwa moratorium merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam menata kembali tata kelola industri nikel, bukan larangan permanen terhadap seluruh aktivitas hilirisasi.

“Moratorium perlu dilihat sebagai langkah evaluatif, bukan sebagai penghentian total terhadap inisiatif pembangunan smelter, khususnya yang memiliki nilai tambah bagi daerah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa setiap rencana pembangunan industri seharusnya dikaji secara komprehensif, mencakup aspek lingkungan, kepatuhan regulasi, serta kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Menurutnya, sebagai daerah penghasil nikel,

Sulawesi Tenggara memiliki kepentingan strategis dalam mendorong hilirisasi yang mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperluas lapangan kerja.

GERAK SULTRA juga menggarisbawahi pentingnya peran media dalam menghadirkan informasi yang berimbang dan mendalam, terutama dalam isu-isu strategis yang menyangkut kepentingan nasional dan daerah.

“Diskursus publik perlu dibangun secara objektif dengan melibatkan berbagai perspektif, sehingga menghasilkan pemahaman yang utuh,” kata Wiwin.

GERAK SULTRA mendorong agar pembahasan terkait kebijakan moratorium dan pembangunan smelter dilakukan secara terbuka dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.(*)