Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6785 Lihat semua

TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, secara resmi menggaungkan klaim kemenangan besar negaranya atas Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dalam pesan publik yang disampaikan pada Kamis (9/4/2026), ia menegaskan bahwa ketangguhan Teheran telah menjadi mercusuar yang menginspirasi gerakan perlawanan di seluruh dunia.

Narasi Kemenangan dan Inspirasi Global


Dalam pidato perdananya pasca-ketegangan memuncak, Mojtaba Khamenei menyebut bahwa keberhasilan Iran mempertahankan posisinya di tengah tekanan sanksi dan konfrontasi militer adalah bukti kekalahan strategi Barat.

“Hari ini, dunia menyaksikan bahwa kehendak bangsa Iran jauh lebih kuat daripada persenjataan musuh. Kesuksesan kita bukan hanya milik bangsa ini, tetapi telah menjadi inspirasi bagi seluruh bangsa yang tertindas di dunia untuk bangkit,” tegasnya dalam pesan tersebut.

Konteks Gencatan Senjata
Pernyataan kemenangan ini muncul hanya berselang satu hari setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat pada Rabu (8/4/2026).

Kesepakatan tersebut dipandang banyak pihak sebagai titik balik krusial dalam peta geopolitik Timur

Tengah, setelah periode ketidakpastian yang panjang.

Meskipun kesepakatan tersebut berisi poin-poin mengenai penghentian permusuhan, pihak Teheran nampaknya memilih untuk membingkai hasil diplomasi ini sebagai bentuk pengakuan AS atas kekuatan Iran.

Poin Penting dalam Pesan Mojtaba Khamenei:
Superioritas Geopolitik: Mengklaim Iran telah mematahkan dominasi AS-Israel di kawasan.

Simbol Perlawanan: Memosisikan Iran sebagai pemimpin moral bagi negara-negara berkembang dan gerakan anti-imperialis.

Stabilitas Pasca-Perang: Menekankan bahwa gencatan senjata adalah hasil dari posisi tawar Iran yang kuat, bukan karena tunduk pada tekanan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih maupun Tel Aviv belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim kemenangan sepihak yang dilontarkan oleh pemimpin tertinggi baru Iran tersebut.

Analis menilai pernyataan ini bertujuan untuk memperkuat legitimasi internal Mojtaba di awal masa kepemimpinannya sekaligus menjaga moral pendukungnya di kancah internasional.(*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.