KONAWE, FAKTA1.COM – Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tidak hanya mengemban profesi semata, tetapi juga sebuah kehormatan besar: menjadi “tameng hidup” bagi rakyat, sebuah peran yang tak dapat digantikan oleh siapapun.
Hal itu disampaikan oleh Dr. Edison, SH, MH, dalam sebuah kesempatan di Konawe. Ia menekankan bahwa setiap kali seragam Polri dikenakan, sejatinya yang melekat bukan hanya lambang institusi, melainkan sebuah ikrar pengabdian yang penuh tanggung jawab.
“Menjadi anggota Polri bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah bentuk pengabdian untuk berdiri di garis depan, bahkan ketika nyawa sendiri dipertaruhkan. Bukan demi pujian, tetapi karena ada nyawa-nyawa yang harus dilindungi di belakang kita,” ujar Edison dengan penuh penekanan.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa makna tameng yang dimaksud bukanlah sekadar baja atau besi, melainkan keberanian, kesetiaan, dan rasa tanggung jawab. Polisi hadir untuk memastikan masyarakat bisa hidup dalam kedamaian. Ibu-ibu tetap bisa menimang anaknya dengan tenang, anak-anak dapat bersekolah tanpa rasa takut, dan roda kehidupan bangsa tetap berputar di tengah tantangan zaman.
“Ketika keadaan kacau, saat masyarakat panik, polisi hadir bukan untuk menyaksikan, tapi untuk menghadang. Walau sering tidak dikenal, tidak dipuji, dan tidak tercatat dalam sejarah, setiap langkah yang diambil adalah demi menjaga sesuatu yang lebih besar: keamanan, keadilan, dan kehidupan,” jelas Edison.
Menurutnya, kehormatan seorang polisi tidak terletak pada senjata yang dibawa maupun pangkat di pundak, melainkan pada keberanian moral untuk menjadikan dirinya tameng hidup demi bangsa, rakyat, dan kemanusiaan.
Edison juga mengingatkan bahwa menjadi polisi berarti siap berkorban, baik waktu, tenaga, hingga jiwa. “Masyarakat mungkin tidak selalu melihat setiap keringat dan pengorbanan, tetapi pada akhirnya keberadaan Polri adalah benteng terakhir ketika rakyat membutuhkan perlindungan,” tambahnya.
Ia menutup pesannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat polisi bukan semata-mata sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra, sahabat, dan pelindung yang selalu hadir di garda terdepan. “Kepercayaan publik adalah energi bagi Polri untuk terus tegak berdiri. Tanpa kepercayaan, tameng ini bisa rapuh. Karena itu, mari kita sama-sama menjaga sinergi demi Indonesia yang aman, damai, dan berkeadilan,” pungkas Edison.(*)