PPI Soropia Tak Berpungsi dengan Norml, Bupati Konawe : Ini Pemborosan Aset Negara

  • Bagikan
Silakan Bagikan:

KONAWE β€” Memasuki hari kedua kerja pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, meninjau Dermaga Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Soropia di Desa Rapambinopaka, Kecamatan Lalonggasumeeto, Selasa (6/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi kondisi aset perikanan strategis daerah yang dibangun dengan anggaran negara namun belum berfungsi optimal.

Dermaga PPI Soropia berdiri di atas lahan seluas sekitar 1,5 hektare dan dibangun secara bertahap sejak 2004. Sejumlah fasilitas penunjang, seperti pabrik es curah dan cold storage, dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada 2015.

Lokasinya dinilai strategis karena berada di jalur pesisir dengan aktivitas perikanan yang cukup tinggi serta berdekatan dengan kawasan industri PLTU Nii Tanasa.

Dalam peninjauan lapangan, Bupati Yusran Akbar mendapati sejumlah fasilitas utama justru tidak beroperasi. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPDN), cold storage, dan pabrik es dilaporkan sudah lama tidak difungsikan, meski dermaga masih aktif digunakan sebagai tempat tambat labuh dan bongkar muat ikan.

Kepala UPTD TPI/PPI Soropia, Mariana, SPi, mengatakan aktivitas pendaratan ikan di dermaga tersebut masih berlangsung setiap hari. β€œSebagian besar kapal yang beroperasi berasal dari Sulawesi Tengah. Ikan hasil tangkapan kemudian disuplai ke pasar-pasar di Kendari,” ujarnya.

Namun, ketiadaan fasilitas penunjang membuat nilai tambah sektor perikanan di kawasan itu belum maksimal. Nelayan masih bergantung pada pihak luar untuk penyediaan es dan penyimpanan hasil tangkapan, sehingga biaya operasional menjadi lebih tinggi.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Yusran Akbar menilai tidak berfungsinya fasilitas yang dibangun dengan dana APBN berpotensi menjadi pemborosan aset negara.

Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait segera menyusun kajian menyeluruh untuk mengetahui penyebab fasilitas tersebut berhenti beroperasi.

“Investasi negara harus memberi manfaat nyata bagi nelayan dan daerah. Kita perlu data yang jelas dan langkah konkret agar fasilitas ini bisa dihidupkan kembali,” kata Yusran Akbar.

Pemerintah daerah juga merencanakan perbaikan dan pengembangan fisik dermaga. Salah satu opsi yang dikaji adalah perpanjangan dermaga hingga 18–25 meter dengan kedalaman sekitar sembilan meter, guna menarik lebih banyak kapal ikan berlabuh di PPI Soropia.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi titik awal revitalisasi PPI Soropia agar tidak hanya berfungsi sebagai lokasi pendaratan ikan, tetapi berkembang menjadi pusat layanan perikanan terpadu yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan dan pertumbuhan ekonomi kelautan di Kabupaten Konawe.(*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *