
Makassar, fakta1.com— Kader Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), Adhy Firmansyah secara resmi telah membuat laporan polisi (LP) terkait dugaan perampasan handphone yang terjadi saat aksi unjuk rasa di sekitar Makodam XIV Hasanuddin.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah berlangsungnya aksi penyampaian pendapat di muka umum, di mana salah satu kader GAM diduga menjadi korban perampasan handphone oleh orang tidak dikenal (OTK).
““Handphone saya dirampas secara paksa oleh orang tidak dikenal yang mengenakan masker dan topi, sehingga saya tidak dapat mengidentifikasi pelaku dengan jelas, peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba di tengah berlangsungnya aksi, tanpa adanya alasan yang sah maupun penjelasan dari pelaku,” Ucap Pemilik Handphone.
Sementara itu, di waktu yang sama Panglima Besar GAM (Fajar Wasis) memberikan ultimatum terhadap
“Tentunya, kami berharap dan mempercayakan kasus ini ke pihak kepolisian, satreskrim Polrestabes Makassar mesti bertindak cepat, tegas dan bertanggung jawab dalam mengusut tuntas kasus ini. Jika tidak, kami akan mengawal dan menekan proses hukum ini secara terbuka hingga ada kepastian,” Tegasnya.
Sebelumnya, Demonstrasi yang menuntut pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus di sekitaran Kodam XIV/Hasanuddin yang berakhir ricuh. Sejumlah demonstran mengalami luka lebam saat aksinya dibubarkan paksa oleh orang tidak dikenal (OTK).
Kericuhan terjadi saat massa Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menyampaikan orasi di sekitaran Markas Kodam.








Tinggalkan Balasan