Sekda Konawe Secara Resmi Membuka Rapat Evaluasi PAD dan PBB-P2 Tahap II Tahun 2025

  • Bagikan
Silakan Bagikan:

FAKTA1.COM, KONAWE – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand Sapan, S.P., M.H., mewakili Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T., secara resmi membuka Rapat Evaluasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahap II Tahun 2025. Kegiatan tersebut digelar di Unaaha, Selasa (23/12/2025).

Dalam arahannya, Sekda Konawe menegaskan bahwa setiap kecamatan yang mampu mencapai target penerimaan PAD dan PBB-P2 akan diberikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Bupati Konawe sebagai bentuk apresiasi atas kinerja aparatur pemerintah di tingkat kecamatan.

“Ini adalah komitmen pemerintah daerah. Kecamatan yang mencapai target akan diberikan TPP sesuai arahan Bapak Bupati. Ini menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras dan kesungguhan dalam meningkatkan pendapatan daerah,” tegas Dr. Ferdinand Sapan.

Ia menambahkan, pemberian TPP diharapkan dapat menjadi pemicu semangat dan motivasi bagi seluruh kecamatan agar lebih aktif, responsif, serta inovatif dalam mengoptimalkan pemungutan pajak daerah, khususnya PBB-P2.

Sekda juga mengingatkan bahwa pencapaian target bukan semata-mata soal angka, melainkan mencerminkan tingkat keseriusan, koordinasi, serta kepemimpinan camat dalam menggerakkan seluruh perangkat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Konawe, Dr. Cici Ita Ristianty, S.E., M.E., memaparkan capaian penerimaan PAD dan PBB-P2 tahap kedua, termasuk perbandingan kinerja antar kecamatan. Berdasarkan data yang disampaikan, masih terdapat kecamatan yang telah melampaui target, namun ada pula yang belum mencapai target secara optimal.

Selain memaparkan data capaian, Dr. Cici Ita Ristianty juga menyoroti sejumlah faktor yang memengaruhi perbedaan kinerja antar kecamatan, mulai dari tingkat kepatuhan wajib pajak, validitas data objek pajak, hingga intensitas koordinasi antara pemerintah kecamatan, desa, dan petugas pemungut di lapangan.

Ia menjelaskan, kecamatan yang berhasil melampaui target umumnya memiliki manajemen pemungutan yang aktif dan terukur, seperti melakukan penagihan langsung, pembaruan data PBB-P2 secara berkala, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

“Kecamatan dengan capaian tinggi rata-rata memiliki komitmen kuat dan bergerak lebih awal. Sementara kecamatan yang belum optimal masih menghadapi kendala teknis dan administrasi yang harus segera dibenahi,” jelasnya.

Melalui rapat evaluasi ini, Bapenda Konawe mendorong seluruh kecamatan untuk menjadikan capaian terbaik sebagai benchmark kinerja, sekaligus melakukan percepatan penagihan dan pembenahan data agar target penerimaan PAD dan PBB-P2 dapat tercapai secara merata.

Dr. Cici juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor serta penguatan peran camat sebagai koordinator wilayah dalam memastikan optimalisasi pendapatan daerah berjalan efektif dan berkelanjutan.

Berdasarkan data yang dipaparkan, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Konawe hingga tahap kedua Tahun 2025 telah mencapai Rp345.164.889.578 atau sebesar 96,99 persen dari total target yang ditetapkan.

Melalui rapat evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Konawe berharap adanya perbaikan strategi, penguatan koordinasi lintas sektor, serta peningkatan kesadaran wajib pajak guna mendorong tercapainya target PAD dan PBB-P2 hingga akhir tahun anggaran 2025.

Rapat evaluasi tersebut diakhiri dengan diskusi interaktif serta penyampaian sejumlah rekomendasi sebagai bahan tindak lanjut kebijakan pemerintah daerah.(*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *