Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6416 Lihat semua


FAKTA1.COM, GRESIK— Banjir luapan Kali Surabaya atau dikenal Kali Mas menggenangi sebagian besar wilayah Desa/Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Selasa (25/2). Ribuan rumah warga terendam air, termasuk area pemakaman umum.

Kondisi ini berdampak nyata terhadap aktivitas warga. Terutama saat ada warga yang meninggal dunia. Yakni Martawi, warga Dusun Driyorejo yang mengembuskan nafas terakhirnya di tengah bencana banjir.

Jaringan Media
Ikuti juga perkembangan berita nasional, hukum, politik, dan dinamika daerah di Katasulsel.com, portal berita yang menyajikan laporan aktual dan terpercaya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Video proses pemakaman jenazah Martawi beredar di pesan berantai. Warga harus menerjang banjir untuk mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.

Tak hanya itu, proses penggalian kubur pun terkendala. Betapa tidak, air bah berwarna kecokelatan juga menggenangi area pemakaman.

Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram mengungkapkan, pemakaman di tengah banjir itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa (25/2).

Jaringan Media
Ikuti juga perkembangan berita nasional, hukum, politik, dan dinamika daerah di Katasulsel.com, portal berita yang menyajikan laporan aktual dan terpercaya dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Malam harinya (Senin, 24/2) juga ada yang meninggal dunia, kalau yang di video itu tadi siang sekitar waktu Dzuhur,” kata Musihram.

Tampak dalam video, warga menerjang banjir di area pemakaman yang tingginya sekitar lutut orang dewasa. Melewati nisan-nisan yang itu terendam air.

“Informasinya, karena area pemakaman terendam banjir jadi proses gali kubur ini menggunakan semacam triplek atau kayu untuk menghalangi air. Kemudian air dikuras baru digali. Alhamdulillah jenazah sudah dimakamkan,” tandasnya.

Musihram mengungkapkan, banjir di wilayah Desa Driyorejo disebabkan debit Kali Surabaya yang sangat tinggi. Luapannya melewati saluran pembuangan air warga lalu meluber ke permukiman.

“Tercatat ada ribuan rumah yang terendam banjir. Saat ini kondisinya belum surut. Melihat situasi di hulu. Kalau di hulu masih hujan kemungkinan ya masih banjir,” pungkas Musihram.

Tonton juga Videonya!

(Redho)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.