
Bombana — Serikat Gerakan Mahasiswa (SEGEMA) mengecam keras sikap Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana, khususnya Dinas Peternakan, yang dinilai kurang memberikan perhatian serius terhadap wabah virus yang menyerang hewan ternak milik masyarakat di Kecamatan Poleang Selatan.
Wabah virus yang menyerang sapi dan kambing milik warga telah menimbulkan keresahan dan kerugian ekonomi yang cukup besar. Namun hingga saat ini, SEGEMA menilai respons Dinas Peternakan Bombana terkesan lamban, tidak sigap, dan minim langkah konkret di lapangan. Masyarakat dibiarkan menghadapi ancaman penyakit ternak tanpa penanganan maksimal, baik berupa pemeriksaan rutin, vaksinasi, maupun pendampingan teknis.
Ketua SEGEMA menegaskan bahwa pembiaran ini merupakan bentuk kegagalan pemerintah daerah dalam menjalankan tanggung jawabnya melindungi keberlangsungan hidup masyarakat, khususnya peternak kecil yang menggantungkan hidupnya dari sektor peternakan. “Ketika hewan ternak warga terserang virus, itu bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut ekonomi rakyat dan ketahanan pangan lokal,” tegasnya.
SEGEMA juga mempertanyakan keberpihakan Pemda Bombana yang dinilai lebih fokus pada kepentingan lain, sementara nasib peternak rakyat di Poleang Selatan terabaikan. Minimnya sosialisasi, penanganan medis, dan tindakan pencegahan menunjukkan lemahnya keseriusan Dinas Peternakan dalam merespons kondisi darurat tersebut.
Atas dasar itu, SEGEMA mendesak Pemda Bombana dan Dinas Peternakan untuk segera turun langsung ke lapangan, melakukan pendataan menyeluruh, memberikan penanganan medis terhadap hewan ternak yang terinfeksi, serta memastikan langkah pencegahan agar virus tidak menyebar lebih luas. Jika kelalaian ini terus dibiarkan, SEGEMA menegaskan akan melakukan aksi lanjutan sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakpedulian pemerintah daerah.(tim)










Tinggalkan Balasan