KONAWE – Pengurus Besar Himpunan Aktivis Muda (PB. HAM) Sulawesi Tenggara kembali menunjukkan komitmen nyata dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan material bangunan kepada salah satu warga di Desa Lalonona, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe. Jumat, 26 Desember 2025.
Ketua PB. HAM Sulawesi Tenggara, Muh. Supril, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda kemanusiaan yang berkelanjutan dan tidak terpisahkan dari perjuangan PB. HAM dalam membela hak-hak dasar masyarakat.
Menurut Supril, persoalan HAM tidak hanya berkutat pada isu pelanggaran hukum semata, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kemanusiaan, termasuk hak warga untuk hidup layak dan bermartabat.
“Kami memandang bahwa hak atas tempat tinggal yang layak adalah bagian dari hak asasi manusia. Ketika masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan dan kondisi rumah yang tidak memadai, maka di situlah negara dan elemen masyarakat harus hadir. PB. HAM mengambil posisi untuk ikut bertanggung jawab secara moral dan sosial,” ujar Muh. Supril.
Ia menambahkan, kehadiran PB. HAM di tengah masyarakat juga dimaksudkan untuk membangun kepercayaan publik bahwa organisasi HAM bukan hanya bersuara di ruang diskusi, tetapi juga bergerak nyata di lapangan.
“Bantuan ini mungkin tidak seberapa dan tidak besar, tetapi kami ingin menegaskan bahwa kepedulian adalah fondasi utama dalam memperjuangkan keadilan sosial. Kami akan terus konsisten menjalankan aksi-aksi kemanusiaan di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara,” tegasnya.
Sementara itu, Dewan Pendiri PB. HAM Sulawesi Tenggara, Agus Salim, memberikan penekanan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan nilai dan semangat awal berdirinya PB. HAM di Sulawesi Tenggara.
Agus Salim menjelaskan bahwa PB. HAM didirikan sebagai wadah perjuangan yang tidak elitis dan tidak berjarak dengan masyarakat akar rumput. Ia menilai, advokasi hukum dan aksi sosial harus berjalan beriringan agar keberadaan organisasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Sejak awal kami mendirikan PB. HAM, kami menanamkan prinsip bahwa membela HAM tidak cukup hanya dengan pernyataan dan kritik. PB. HAM harus hadir, menyentuh langsung kehidupan masyarakat, dan memberikan solusi nyata sesuai kemampuan yang ada,” kata Agus Salim.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga nilai gotong royong dan empati sosial di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Kegiatan seperti ini adalah pengingat bahwa kemanusiaan tidak boleh kalah oleh kepentingan apa pun. Kami berharap langkah kecil ini bisa menjadi contoh dan memantik kepedulian bersama, baik dari pemerintah, dunia usaha, maupun elemen masyarakat lainnya,” ujarnya.
Adapun bantuan material bangunan yang disalurkan oleh PB. HAM Sulawesi Tenggara meliputi:
Kayu balok 2 kubik
Seng 80 lembar
Kalsibor 25 lembar
Kayu kasok ½ kubik
Semen 10 sak
Paku 5 kilogram
PB. HAM Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan aksi-aksi kemanusiaan secara konsisten, sekaligus tetap mengawal isu-isu penegakan hak asasi manusia demi terwujudnya keadilan sosial dan kehidupan masyarakat yang lebih bermartabat di Sulawesi Tenggara.














