
FAKTA1.COM, SIDRAP – Warga Jalan Pettarani, Kelurahan Rijang Pitu, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap digemparkan dengan penemuan seorang pria yang tewas bersimbah darah di dalam rumahnya, Minggu malam (16/3/2025) sekitar pukul 18.30 WITA.
Korban diketahui bernama Wawan (32). Ia pertama kali ditemukan oleh ibunya, Hj. Maryam, dalam kondisi tergeletak dan berlumuran dar4h di lantai rumah.
Temuan tragis ini membuat sang ibu berteriak histeris, hingga warga sekitar berdatangan untuk memberikan pertolongan. Korban pun segera dilarikan ke RSUD Nemal, namun nyawanya tak tertolong.
Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan luka robek meng4ng4 di bagian leher korban yang nyaris putus, diduga akibat serangan senjata tajam.
- Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., Ph.D (Hon) Jadi Keynote Speaker pada Seminar Kesehatan, Sejumlah Tokoh Sulsel Hadir
- Satlantas Polres Batu Bara Selidiki Kecelakaan Pelajar di KM 106 Jalinsum
- Nasib Honorer DPRD Deli Serdang: Tetap Bekerja Meski Gaji Tidak Dibayar
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Seorang saksi, Aslan, yang juga tetangga korban, mengaku terkejut saat mendengar jeritan sang ibu.
“Saat saya masuk,
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Setiawan Sunarto, yang turun langsung ke lokasi, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap motif kejadian ini,” katanya.
- Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., Ph.D (Hon) Jadi Keynote Speaker pada Seminar Kesehatan, Sejumlah Tokoh Sulsel Hadir
- Satlantas Polres Batu Bara Selidiki Kecelakaan Pelajar di KM 106 Jalinsum
- Nasib Honorer DPRD Deli Serdang: Tetap Bekerja Meski Gaji Tidak Dibayar
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Hingga saat ini, dugaan penyebab kematian korban masih misterius. Namun, polisi memastikan adanya tanda-tanda penggunaan benda tajam yang menjadi penyebab utama luka fatal di tubuh korban.
Kasus ini pun tengah dalam penanganan intensif oleh pihak kepolisian.(*)






Tinggalkan Balasan