
MAKKAH, FAKTA1.COM — Memasuki hari ketiga proses pergeseran jamaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah terus meningkatkan berbagai fasilitas layanan yang menjadi kebutuhan mendasar jamaah.
Fasilitas seperti akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kesehatan menjadi prioritas utama. Hal ini mengingat mayoritas jamaah haji Indonesia tahun ini didominasi oleh jamaah berusia di atas 50 tahun. Oleh karena itu, layanan kesehatan, serta pelayanan khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas ditingkatkan semaksimal mungkin.
Tenaga Ahli Menteri Agama RI bidang Haji, Umrah, dan Hubungan Internasional, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, menegaskan pentingnya sinergi antarpetugas haji dari semua tingkat tugas dan fungsi (tusi).
“Semua petugas haji dari semua tingkatan tusi mesti bersinergi karena satu sama lain saling berkaitan. Akomodasi, transportasi, layanan lansia dan disabilitas, serta kesehatan tidak akan maksimal jika konsumsi tidak berjalan dengan baik. Begitu pun sebaliknya. Jadi, semua harus sejalan,” ujar Dr. Bunyamin.
- Sampah Jadi Uang! Mahasiswa Unhas Ajari Warga Gowa Beternak Maggot, Panen Bisa Cuma 14 Hari
- Mahasiswa KKNPK 69 Unhas Hadirkan Program “SENYUM”, Edukasi Siswa SDN 193 Barru Pentingnya Sikat Gigi Sejak Dini
- Nasaruddin Umar Luncurkan 3 Buku di UIN Jakarta, Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Peradaban Islam Dunia
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Ia juga menambahkan bahwa masih terdapat sejumlah hal yang memerlukan perhatian serius, dan PPIH akan terus melakukan pembenahan hingga
“Pelayanan tidak akan bisa berjalan sesempurna yang diharapkan banyak orang. Perhatian kita tidak hanya pada layanan prioritas, tetapi juga pada keresahan jamaah terkait terpisahnya pendamping lansia maupun pasangan suami-istri (mahrom). Ini menjadi atensi serius kami,” tegasnya.
Salah satu isu yang juga tengah dimitigasi adalah soal penempatan koper jamaah yang sempat viral. Dr. Bunyamin memastikan bahwa masalah tersebut sudah menemukan titik terang.
“Soal koper yang menjadi kegelisahan jamaah akan kita tuntaskan dengan membentuk tim Satgas Koper. Tim ini akan bertugas secara khusus untuk mengidentifikasi koper jamaah dan menyalurkannya ke hotel-hotel jamaah sesuai manifes dari Siskohat,” jelasnya.
Sebagai catatan, pelayanan haji tahun ini mengalami perubahan signifikan dibanding musim sebelumnya. Jika sebelumnya hanya dikelola oleh satu syarikah (perusahaan penyedia layanan), tahun ini pelayanan diatur oleh delapan syarikah yang telah ditetapkan oleh otoritas Arab Saudi. (*)
- Sampah Jadi Uang! Mahasiswa Unhas Ajari Warga Gowa Beternak Maggot, Panen Bisa Cuma 14 Hari
- Mahasiswa KKNPK 69 Unhas Hadirkan Program “SENYUM”, Edukasi Siswa SDN 193 Barru Pentingnya Sikat Gigi Sejak Dini
- Nasaruddin Umar Luncurkan 3 Buku di UIN Jakarta, Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Peradaban Islam Dunia
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel








Tinggalkan Balasan